Banyak Kecelakaan Motor, Pemudik Diminta Tak Bawa Muatan Berlebih

Senin, 01 April 2024 - 20:01 WIB
loading...
Banyak Kecelakaan Motor,...
Tak sedikit masyarakat yang mudik untuk menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halamannya saat mudik Lebaran 2024, pada Senin (1/4/2024). Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tak sedikit masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor untuk pulang ke kampung halamannya saat mudik Lebaran. Maka itu, pemudik yang menaiki sepeda motor diminta tak membawa muatan berlebih saat mudik Lebaran 2024 .

"MTI berharap masyarakat tak mudik dengan sepeda motor, apalagi debgan membawa anak-anak kecil, itu kami tak sarankan," ujar Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro pada wartawan, Senin (1/4/2024).

Menurutnya, banyak fasilitas mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Maka itu, warga di Jakarta yang hendak mudik pada Lebaran 2024 diharapkan menggunakan fasilitas tersebut dan tak menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Baca juga: Puncak Arus Mudik Lebaran 2024 Diprediksi 5 April

Sebabnya, kata dia, selain mengurangi tingkat kemacetan, sekaligus demi keselamatan. Apalagi, tak sedikit pemudik menggunakan sepeda motor yang kerap membawa muatan berlebih, termasuk membawa anak-anak yang masih sangat kecil.

"Fasilitas mudik gratis dan fasilitas moda transportasi lainnya bisa sangat dimanfaatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan sepeda motor, terutama jarak jauh lebih dari satu jam," tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Forum Transportasi Jalan Raya dan Kereta api (ForJaKA), Joni GA Selayan memaparkan, sejatinya saat mudik lebaran, angka kecelakaan paling tinggi biasanya terjadi pada pengguna sepeda motor. Namun memang, pemudik masih banyak yang memikih menaiki motor saat mudik Lebaran.

Maka itu, kata dia, pemerintah dan pihak terkait pun diharapkan bisa lebih memperhatikan pemudik yang menaiki sepeda motor agar bisa beralih fungsi menggunakan transportasi yang lebih aman.

"Kecelakaan paling banyak itu sepeda motor, sehingga kami imbau agar regulator tuk menyiapkan fasilitas tuk yang akan naik sepeda motor ini, supaya lebih aman dan nyaman di jalan. Naik kereta atau naik kapal dan lain lain, nanti diintegrasikan sampai ke kampung mereka karena sepeda motor ini paling diminati sekarang," paparnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tambang Batu Bara Meledak...
Tambang Batu Bara Meledak di China, 90 Orang Tewas
Cara Tepat Mengatasi...
Cara Tepat Mengatasi Rem Blong yang Perlu Diketahui para Sopir
Motor Sport Ini Tergantung...
Motor Sport Ini Tergantung di Lampu Lalu Lintas dalam Kecelakaan Aneh di Kanada
Rekomendasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Berita Terkini
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved