alexametrics

Cerita Pagi

Dia Adalah Habib Abu Bakar, Wali Kuthub Sempat Berkhalwat 15 Tahun

loading...
Dia Adalah Habib Abu Bakar, Wali Kuthub Sempat Berkhalwat 15 Tahun
amaah menghadiri Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Jalan KH Zubair 93 dan Masjid Jamik Gresik. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan.
A+ A-
Siapakah Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf yang belum lama ini tepatnya 29 Agustus 2018 lalu diselenggarakan haulnya?

Haul itu dipusatkan di kediaman, Jalan KH Zubair 93 dan Masjid Jamik Gresik. Di masjid yang berlokasi di Jalan Wachid Hasyim, tepatnya di Alun-alun Gresik, lokasi makam beliau. Tepatnya, samping kanan yang masih satu komplek.

Biasanya, dua atau sehari sebelum pelaksanaan haul, ribuan muslim hadir. Mereka tidak hanya dari Gresik, namun dari kota-kota Jawa Tengah, derah-derah di Jawa Barat, DKI Jakarta hingga luar Jawa.

Para dhuriyah atau kerabat beliau, membuat acara dalam dua hari berturut-turut. Hari pertama, setelah Ashar acara rauhah yaitu majlis sore setelah Ashar yang membahas tentang kitab tashawwuf.

Kemudian hari kedua, pagi hari setelah Subuh, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian dilanjut arak-arakan dari kediaman ke Masjid Jamik Gresik, sekitar 800 meter.“Puncak acara Haul Al-Habib Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Masjid Jamik,” ujar Hanib Amak yang masih dhuriyah.

Dalam buku 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia, disebutkan, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf adalah Imam Al-Quthub yang tunggal.

Merupakan qiblat para auliya di zamannya. Sebagai perantara tali temali bagi para pembesar yang disucikan Allah jiwanya, bagai tiang yang berdiri kokoh dan laksana batu karang yang tegar diterpa samudera.

Juga, seorang yang telah terkumpul dalam dirinya antara Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin. Sehingga dikenal juga, Al-habib Al-Imam Abubakar bin Muhammad bin Umar bin Abubakar bin Imam (Wadi-Al-ahqaf) Al-habib Umar bin Segaf Assegaf.

Beliau dilahirkan di Besuki, Situbondo, Jawa Timur pada 16 Dzulhijjah 1285 H. Saat masih kanak-kanak, ayahandanya tercinta telah wafat dan meninggalkannya di kota Gresik.

Kewalian beliau sudah terlihat karena mampu mengingat segala kejadian yang dialaminya ketika dalam usia tiga tahun dengan secara detail.Kendati begitu, neneknya Fatimah binti Abdullah Allan tak tega Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf hidup tanpa orang tua.

Akhirnya, pada 1293 H dengan ditemani seorang mulia, Assyaikh Muhammad Bazmul, berangkat ke kota asal leluhurnya, Hadramaut. Atas panggilan nenek beliau.

Di Hadramaut, kota yang bersinar dengan cahaya para auliya itu, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf kecil belajar dan ditempah para auliya terhebat di zamannya tentang Ilmu fiqih dan tasawwuf. Di antaranya, tempat tujuan pertamanya adalah kediaman seorang Allamah yang terpandang di masanya, Al-Arif billah “Al-habib syaikh bin Umar bin Seggaf.

Salah seorang dari sederetan para gurunya yang paling utama, adalah seorang arif billah yang namanya termasyhur di jagad raya ini. Guru dari para guru di zamannya, Al-Imam Al-Qutub Al-habib Ali bin Muhammad Al-habsyi RA.

Perhatian maha gurunya telah tertumpahkan pada murid kesayangannya jauh sebelum kedatangannya ke Hadramaut, ketika beliau masih berada di tanah Jawa.

Hal ini terbukti dengan sebuah kisah yang sangat menarik antara Al-habib Ali dengan salah seorang muridnya yang lain. Pada suatu hari Habib Ali memanggil salah satu murid setianya. Beliau lalu berkata “Ingatlah ada tiga auliya’ yang nama, haliah dan maqam mereka sama”.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak