alexametrics

Pesan WhatsApp Jadi Kenangan Terakhir Istri Penyelam Evakuasi Lion Air

loading...
Pesan WhatsApp Jadi Kenangan Terakhir Istri Penyelam Evakuasi Lion Air
Lyan Kurniawati (39), istri Syachrul Anto, penyelam sipil yang meninggal dunia saat membantu mencari puing-puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Teluk Pakis, Karawang, Jawa Barat. FOTO/SINDOnews/AAN HARYONO
A+ A-
SURABAYA - Rasa tidak percaya masih ada di benak Lyan Kurniawati (39), istri Syachrul Anto, penyelam sipil yang meninggal dunia saat membantu mencari puing-puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Teluk Pakis, Karawang, Jawa Barat. Suaminya meninggalkan dirinya untuk selama selama-lamanya.

Komunikasi terakhir yang dilakukan Lyan dengan suaminya lerjadi via WhatsApp (WA). Keduanya bercakap membahas tentang jalan takdir manusia yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.

"Suami cerita kalau semua penumpang pesawat meninggal. Perasaannya sedih, dan katanya kematian itu sudah dituliskan dalam takdir," kata Lyan ketika ditemui di rumah duka di Jalan Bendul Merisi VIII nomor 42 Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/11/2018). (Baca juga: Penyelam Sipil yang Mencari Pesawat Lion Air Meninggal Dunia)



Seperti biasanya, Lyan berpesan untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas. Apalagi keberangkatan yang dilakukan suaminya dilakukan secara mendadak. Makanya saat berangkat suaminya tidak membawa peralatan menyelam yang lengkap.

"Kan tujuan kami memang ke Yogyakarta. Peralatan lengkap suami masih di Makassar. Jadi mungkin karena tidak pakai peralatan milik dia sendiri jadinya mungkin ada yang nggak pas ya," tutur Lyan.

Namun, Lyan tidak mau menduga-duga tentang penyebab kematian suaminya. Keputusan Syachrul untuk menjadi relawan juga dipahaminya sebagai panggilan hati. "Saya harus bisa menerima kenyataan ini," katanya sambil menangis. (Baca juga: Polisi Terima 289 Sampel DNA Postmortem Jenazah Korban Lion Air Jatuh)
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak