alexametrics

BNPT: Pelaku Terorisme Lakukan Pencucian Otak melalui Sinyal

loading...
BNPT: Pelaku Terorisme Lakukan Pencucian Otak melalui Sinyal
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius memimpin upacara penutupan latihan mitigasi aksi terorisme integratif di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018). FOTO: SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan mewaspadai aksi terorisme yang melakukan pencucian otak melalui media sosial (medsos). BNPT meminta masyarakat supaya melapor jika menemui konten terkait terorisme di medsos.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan bahwa dengan kemajuan teknologi informasi digital saat ini, kelompok terorisme bisa melakukan pencucian otak hanya dengan bermodal sinyal.

"Sekarang ini dengan kemajuan teknologi informasi digital bisa dilakukan dengan online. Selama di dalam ruangan ada sinyal, dia bisa mainkan (pencucian otak)," ungkap Suhardi seusai memimpin upacara penutupan latihan mitigasi aksi terorisme integratif di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018).



Dia mengungkapkan, konten yang mengajak ikut bergabung dalam ideologi teroris dengan memanfaatkan media sosial. Hal itulah yang juga menjadi faktor timbulnya lone wolf, seperti peristiwa serangan bom di Surabaya.

"Pencuian otak ini menimbulkan lone wolf, dia berinteraksi, dicuci ideologinya. Kemudian berkumpul seperti di Surabaya, bisa bahaya. Jadi dengan media sosial dan online bisa pengaruhi pemikiran orang," tukas mantan Kabareskrim Polri ini.

Karena itulah, BNPT dan instansi terkait sering turun ke masyarakat untuk memberikan sosialsisasi bahaya penyebaran ideologi teroris lewat media sosial. "Kalau ada yang menemukan konten itu, ya harus segera lapor ke pihak berwajib," tegasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak