alexametrics

Unjuk Rasa Seorang Diri Perjuangkan Warga Miskin yang Sakit

loading...
Unjuk Rasa Seorang Diri Perjuangkan Warga Miskin yang Sakit
Aksi warga RT 01/RW07 Ngoncol, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen, Nur Ikhsan Hamidi, saat berunjuk raas seorang diri. Foto/Joko Piroso
A+ A-
SRAGEN - Aksi unjuk rasa seorang diri dilakukan salah seorang warga RT 01/RW07 Ngoncol, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen, Nur Ikhsan Hamidi. Dia berjalan dari Nglorog ke Kantor Bupati Sragen sejauh 5 kilometer. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keperihatinannya atas biaya kesehatan yang mahal.

Saat ditermui di kantor bupati, dia mengenakan baju lurik, kopiah. Kacamata hitam dan pengeras suara. Namun, sebagai bentuk protes, bagian mulutnya diikat. Dia mengalungkan kardus bekas dengan tulisan 'Orang Melarat Jangan Berpendapat'.

Usai menggelar aksi longmarchnya, Ikhsan menyampaikan aksi ini merupakan upaya dukungan pada temannya yang mengalami kesulitan biaya berobat. Dia menjelaskan temannya yang bernama Fitri, warga Kecamatan Widodaren, kabupaten Ngawi, jawa timur. Selama dua hari tidak mendapat kamar, padahal harus segera operasi usus buntu.



”Teman saya dan istrinya pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) berpindah-pindah cari rumah sakit. Sampai mendapat kamar, tanggal 20 lalu, setelah operasi diperbolehkan pulang namun dimintai biaya sekitar Rp7 juta,” terangnya kepada wartawan di depan kantor Unit Pelaksana Teknis Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK).

Lantas dia mempertanyakan, padahal pasien merupakan warga yang tidak mampu. Dia menyampaikan meskipun orang Ngawi, namun akses yang paling dekat menuju fasilitas kesehatan berada di Sragen.

Mengambil dari kasus kesehatan yang dialami kawannya, Ikhsan berkesimpulan orang miskin tidak boleh sakit. Meskipun sudah terdaftar sebagai pemegang kartu KIS. Dia berharap pemerintah mengambil kebijakan untuk warga yang tidak mampu.

”Harapan saya orang miskin itu tidak terlunta-lunta termasuk jika berurusan dengan kesehatan. Jangan dilempar suruh kesana-suruh ke sini, padahal orang sakit itu butuh penanganan cepat,” bebernya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak