Literasi Digital di Palu, Kemenkominfo Tekankan Bahaya Hoaks dan Penyalahgunaan Internet

Rabu, 27 Maret 2024 - 11:17 WIB
loading...
Literasi Digital di...
Literasi digital digelar Kemenkominfo di Gedung Pascasarjana Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Foto/Ist
A A A
PALU - Di tengah arus modernisasi yang memudahkan perkembangan teknologi, internet membawa banyak potensi yang tidak selalu berimbas positif. Bahaya hoaks merupakan salah satu implikasi nyata penyalahgunaan internet.

“Internet mempunyai 2 dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif, kita harus memperbanyak konten- konten positif untuk mengimbangi konten-konten negatif di internet”, ujar Ketua Tim Literasi Digital sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso dalam literasi digital yang digelar Kemenkominfo di Gedung Pascasarjana Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, dikutip Rabu (27/3/2024).

Baca juga: Pentingnya Mengenal Literasi Digital Sejak Dini

Bambang mengimbau seluruh peserta untuk turut berkontribusi di ruang digital dengan menciptakan konten-konten positif sebagai bentuk memerangi berita hoaks yang beredar di internet.

“Harapannya kegiatan literasi digital yang terselenggara bersama Universitas Tdulako ini dapat memberikan pemahaman praktis kepada peserta agar tidak lagi terdapat penyalahgunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Bambang turut menyampaikan perihal empat pilar literasi digital yang dinilai penting untuk disampaikan kepada para peserta sehingga pemahamannya semakin meningkat ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Ahmad Herman membuka paparan Digital Ethics dengan pernyataan dualisme teknologi. Menurut Ahmad, teknologi adalah way of life, namun dapat juga menjadi senjata yang berbalik bagi penggunanya, salah satunya adalah kemunculan hoaks.

Baca juga: Program Literasi Digital Nasional Dorong Percepatan Ekonomi

“Hoaks muncul dari penyalahgunaan teknologi dan informasi. Gencar dan tidak dapat dihentikan 100%, tapi yang mampu kita lakukan adalah menekan kemunculannya agar tidak berkembang menjadi masif dan menimbulkan gejolak sosial,” tutur Ahmad.

Dia melanjutkan, terdapat beberapa cara untuk kebal terhadap hoaks, antara lain adalah, baca keseluruhan isi berita, berpikir kritis, check dan recheck, kurangin baper terhadap informasi yang sensitif.

Selanjutnya tahan jempol sebelum sharing, lapang dada toleran dan sabar dalam interaksi serta melatih integritas, dengan selalu jujur, dan adil terhadap berita yang benar.

Kiat-kiat juga turut disampaikan oleh Pandu Digital Badge Hitam, Fajar Eri Dianto untuk mendekonstruksi informasi yang didapatkan pengguna internet. Terutama para mahasiswa Universitas Tadulako. Sedari awal, menurut Eri, mahasiswa harus kritis dengan beragam analisis.

“Contoh-contoh kiat-kiat tersebut bisa dimulai dari pemikiran untuk dapat memahami kontradiksi dalam makna sebuah info,sehingga dapat mengubah teks dan merumuskan pemaknaan yang sesuai dan sengaja disembunyikan,” jelas Eri.

Setelah memahami makna terselubung, mahasiswa diminta untuk menyusun ulang informasi yang yang didapat, dan merumuskan makna yang sebenarnya.

Sehingga terungkap makna terselubung dalam kabar tersebut. Kemudian berani untuk mengungkapkan makna yang terselubung tadi dengan benar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Marak Risiko Aktivitas...
Marak Risiko Aktivitas Digital, HGI dan Polda Sumbar Gelar Literasi Digital
Pemerintah Diminta Perluas...
Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa...
ICC Unsoed 2026, Mahasiswa Diingatkan Risiko Pinjol Ilegal hingga Pentingnya Literasi Digital
Jaga Persatuan Bangsa,...
Jaga Persatuan Bangsa, BEM Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi Hukum dan Politik
Rekomendasi
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Jerman Ditahan Paraguay...
Jerman Ditahan Paraguay hingga Extra Time, Laga Berlanjut ke Adu Penalti
Berita Terkini
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved