alexametrics

Petugas Lepas Tembakan, Ormas Penghadang Tim Kementerian Berlarian

loading...
Petugas Lepas Tembakan, Ormas Penghadang Tim Kementerian Berlarian
Puluhan ormas mencoba menghentikan Tim Kementerian yang melakukan penyitaan alat berat yang digunakan untuk perambahan. Okezone/Banda
A+ A-
PEKANBARU - Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) melakukan penyitaan alat berat yang diduga digunakan untuk perambahan di kawasan hutan di Kecamatan Ujungbatu Kabupaten Rohul, Riau. Namun dalam perjalanan, mereka dihadang puluhan Ormas kepemudaan.

"Jumlah Ormas yang menghadang tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekitar 30 orang.," ucap Kapolsek Tandun AKP S Sinaga, Senin (22/10/2018).

Dia menjelaskan, bahwa pada 20 Oktober 2018 petang tim gabungan membawa dua alat berat dari lokasi yang berada di kawasan PT SAI di Kecamatan Ujungbatu. Rencananya alat berat itu akan dibawa Kantor Penegakkan Hukum (Gakkum) Wilayah II Sumatera di Pekanbaru.

Namun saat dalam perjalanan , tepatnya di Simpang TB Puo Raya Kecamatan Tandun, Rohul tim LKH yang dikawal personel TNI AD dihadang oleh Ormas Pemuda Pancasila. Puluhan Ormas ini meminta petugas mengembalikan alat berat tersebut.

Namun, petugas tidak mengamini apa yang diminta Ormas itu. Petugas menegaskan bahwa mereka berhak membawa alat berat di lokasi perambahan. Para Ormas kepemudaan tetap ngotot. Karena terdesak petugas pun memberikan tembakan ke udara.

"Tim gabungan melakukan tembakan peringatan sehingga massa melarikan diri dan meninggalkan satu unit Mitsubishi Triton yang dibawa mereka. Tujuan mereka melakukan penghadangan karena ingin merebut kembali alat berat jenis eskavator dari petugas," ucapnya.

Dia menjelaskan, bahwa tim gabungan saat ini sudah berhasil membawa eskavator yang diduga milik Hakiman yang sedang melakukan aktivitas di lahan milik Idrus di lokasi PT SAI.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak