Viral, Cerita Civitas SMP 2 Prambanan Bingung Adukan ke Mana soal Jalan Rusak

Selasa, 26 Maret 2024 - 17:54 WIB
loading...
Viral, Cerita Civitas...
Civitas SMP 2 Prambanan Sleman mengeluh jalan depan dan samping kanan sekolah rusak parah akibat dilintasi truk-truk pengangkut tanah dari aktivitas tambang. Foto/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Civitas SMP 2 Prambanan Sleman mengeluh jalan depan dan samping kanan sekolah rusak parah akibat dilintasi truk-truk pengangkut tanah dari aktivitas tambang. Mereka bingung hendak mengadu ke mana lagi karena semua instansi sudah didatangi tapi diam.

Rusaknya jalan tersebut sudah berlangsung tiga bulan lebih. Pihak sekolah ataupun wali murid sudah mengadu ke berbagai tempat agar ada solusi berkaitan dengan jalan rusak dan aktivitas tambang yang konon dikabarkan tak mengantongi izin.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan jalan di depan sekolah rusak parah seperti sungai kering itu karena dilalui ratusan truk pengangkut tanah dari penambangan di bukit belakang sekolah. Jalan sepanjang 500 meter mulai rusak di depan sekolah hingga perempatan menuju ke rumah Domes.

"Untuk melewatinya, pengendara harus ekstra hati-hati. Ketika jam berangkat ataupun pulang sekolah, siswa ataupun wali murid harus bergantian dengan truk. Kalau tidak ya ndak bisa lewat, ndak pilihan jalan," tuturnya sembari berpesan agar namanya tidak disebut.

Baca juga; 100 Km Jalan di Jateng Rusak Akibat Banjir dan Tanah Longsor

Kondisi bakal semakin parah ketika diguyur hujan. Karena jalannya sangat licin dan seperti medan offroad. Puluhan siswa ataupun pengguna jalan sudah jatuh terpeleset karena kondisi jalan yang sangat licin. "Belum lagi debu yang beterbangan ketika panas tengah terik," tambahnya.

Siswa yang belajar di dalamnya sangat terganggu selain suara truk juga debu yang banyak beterbangan. Kondisi ini tentu mengganggu pembelajaran dan pihak sekolah sebenarnya sudah mengadu ke berbagai pihak tapi belum ada tindak lanjut.

"Sudah tidak tahu lagi mau mengadu ke mana. Semua sudah kita datangi untuk mengadu," ungkapnya.

Dia menyebut aktivitas penambangan bukit tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan bulan Desember 2023 yang lalu. Awalnya tak hanya satu tempat, namun ada dua lokasi penambangan bukit yang konon untuk menguruk tol tersebut.

"Setiap hari itu lebih dari 300 truk melintas dari pagi hingga malam," kata dia, ketika ditemui di kantornya, Selasa (26/3/2024).

Baca juga; Pemprov Jateng Respons Cepat Aduan Jalan Rusak melalui Aplikasi Jalan Cantik

Setiap hari aktivitas penambangan sudah dimulai sejak pukul 05.30 WIB di mana anak sekolah belum hadir. Wakil Kepala Sekolah SMP 2 Prambanan, Nunun Khotimah mengakui dalam sehari ada 300 truk pengangkut tanah yang melintas di samping kanan dan depan sekolah dari pagi hingga malam hari.

Kondisi jalan di depan sekolah rusak parah dan sulit dilalui. "Ada 300 siswa kami yang terganggu," katanya.

Aktivitas penambangan memang terus berlangsung bahkan hingga malam hari. Aktivitas tambang sempat terhenti ketika ada salah seorang wali murid yang meviralkan jalan rusak di depan sekolah. Namun, aktivitas penambangan mulai berlangsung kembali hari Selasa ini.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dilanjutkan Malam Ini, Fokus Pemasangan Box Culvert
Ini Jalur Alternatif...
Ini Jalur Alternatif dari Jakarta ke Depok usai Jalan Lenteng Agung Ambles
Jalan Raya Lenteng Agung...
Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Polisi Imbau Masyarakat Cari Jalur Alternatif
Penampakan Jalan Ambles...
Penampakan Jalan Ambles di Lenteng Agung Arah Depok, Kedalaman Hampir 2 Meter
Jalan Ambles di Lenteng...
Jalan Ambles di Lenteng Agung Arah Depok, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Rekomendasi
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Berita Terkini
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved