alexametrics

Festival Kerambitan ke-4 Awali Rangkaian HUT Tabanan Bali

loading...
Festival Kerambitan ke-4 Awali Rangkaian HUT Tabanan Bali
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat meresmikan Festival Karambitan sebagai tanda dibukanya HUT Kota Tabanan ke-525 di Lapangan Kerambitan. Foto/Istimewa
A+ A-
TABANAN - Festival Kerambitan resmi dibuka untuk keempat kalinya sekaligus mengawali rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kota Tabanan ke-525, tahun ini. Festival ini diresmikan langsung Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti ditandai dengan penancapan kayon di Lapangan Kerambitan, Tabanan, Bali, pada Kamis (18/10/2018) lalu.

Tema festival tahun ini adalah ‘Yowana Masikian’ yang mempunyai arti harmoni di ‘Tanah Penuh Berkah’. Tema ini mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh. Dengan harapan para Yowana Kerambitan saling tolong menolong dalam membangun Kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budayanya.

“Saya betul-betul bangga, bersyukur dan berterima kasih dengan adanya festival ini. Festival Kerambitan menjadi trade mark yang tiap tahun selalu ditampilkan. Kita ingin mengangkat seni dan budaya yang kita miliki dan memberikan yang terbaik untuk Tabanan," kata Bupati Eka melalui pesan tertulisnya kepada SINDOnews, Minggu (21/10/2018).

Festival Kerambitan menghadirkan berbagai macam kesenian, seperti pementasan kolosal tarian kecak, pagelaran gong kebyar, okokan dan tektekan massal. Selain itu, ada pula penampilan tari rejang yang ditarikan oleh 525 penari, sesuai HUT Kota Tabanan. Penampilan tari pendet lintas generasi anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA, PKK.

Penampilan tari bunga sandat serasi sebagai maskot Kabupaten Tabanan, serta penampilan dari penari-penari yang pernah membawa nama Kerambitan dan Tabanan di kancah nasional. Pada festival tersebut sekaligus sebagai peluncuran program Utamaning Uma lan Urip (Umaurip). Umaurip merupakan pengembangan untuk burung hantu dan babi bali hitam. Festival Kerambitan menghadirkan festival guling massal yang mengunakan babi hitam yang perlu dilestarikan.

Antusias warga yang datang untuk menyaksikan festival tahun ini juga terbilang luar biasa. Lapangan Kerambitan sebagai lokasi festival bak lautan manusia. Selain menampilkan seni dan budaya Bali, Festival Kerambitan juga menampilkan potensi kuliner khas dari 15 desa yang ada di Kecamatan Kerambitan.

Camat Kerambitan I Gede Sukanada mengatakan, Festival Kerambitan IV kembali memunculkan program Inovatif Umaurip, Utamaning Uma lan Urip yang di dalamnya ada pelestarian Tyto Alba predator murni hama tikus.

Pada festival iyu turut hadir Anggota DPR I Made Urip, Ketua DPRD Bali N Adi Wiryatama, Ida Anglurah Puri Gede Kerambitan, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan Ketut Suryadi dan sejumlah anggota DPRD Tabanan asal Kerambitan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, dan jajaran Muspika Kerambitan.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak