alexametrics

Tukang Ojek Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher

loading...
Tukang Ojek Ditemukan Tewas dengan Luka Sayatan di Leher
Hasan Basri (48) tukang ojek di Kecamatan Sarolangun, Jambi tidak pulang ke rumah selama dua hari namun akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SAROLANGUN - Setelah pamit pergi mengojek Hasan Basri (48) warga Kecamatan Sarolangun, Jambi tidak pulang ke rumah selama dua hari namun akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (18/10/2018) di kebun karet milik salah satu warga Pelawan, keluarga dan polisi menemukan luka sayatan di bagian leher korban, sehingga korban diduga menjadi korban pembunuhan.

Dari keterangan istri korban Siti Halimah mengatakan, bahwa pada Rabu 17 Oktober 2018 suaminya yang juga berprofesi jasa tukang ojek di Pasar Sarolangun, berpamitan untuk mengantar penumpangnya ke daerah Gunung Kembang. Karena dekat Halimah mengizinkan hanya saja dirinya tidak melihat siapa penumpang yang mau diantar korban.

"Sempat pamit ngantar penumpang ke Gunung Kembang, tapi saya tidak menanyakan siapa penumpang yang diantar," ujarnya lirih.

Namun hingga malam tidak juga kunjung pulang, Halimah khawatir dan puncaknya hingga siang hari korban belum pulang. Kemudian memberitahu keluarga dan melaporkan kejadian ini ke polisi.

Bersama dengan aparat dan keluarganya berusaha mencari keberadaan korban, akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB korban ditemukan di kebun karet di daerah Kecamatan Pelawan, dalam kondisi tidak bernyawa lagi dan terdapat luka di leher korban.

Kasat Reskrim Polres Sarolangun AKP Goerge mengatakan, mayat laki-laki yang ditemukan identitasnya bernama Hasan Basri (48) warga Sri pelayang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, yang juga profesinya sebagai jasa tukang ojek.

Menurut Kasat Reskrim, untuk saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit oleh keluarga dan pihak kepolisian, untuk dilakukan visum.

"Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan terdapat luka di bagian leher korban, kami masih mendalami kasusnya," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak