alexametrics

Tercecer dari Rombongan, Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Tim SAR

loading...
Tercecer dari Rombongan, Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Tim SAR
Satu pendaki Gunung Lawu berhasil dievakuasi setelah tercecer dari rombongan. FOTO/ILUSTRASI/SINDOnews
A+ A-
KARANGANYAR - Muhammad Salman (18), seorang pendaki Gunung Lawu terpaksa dievakuasi setelah tercecer dan terpisah dari rombongannya. Pendaki asal Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah tersebut kebingungan mencari jalan saat perjalanan turun.

Dari informasi yang dihimpun, Salman dan tujuh rekannya mendaki Gunung Lawu melalui jalur pendakian Cetho di wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (13/10/2018) akhir pekan lalu. Setelah sampai di puncak, Minggu (14/10/2018) dia bermaksud turun ke bawah.

Namun dalam perjalanan, Salman tercecer dengan rombongannya dan kebingungan. Setelah malam, Salman akhirnya mengirim pesan melalui WhatsApp jika tercecer dari rombongan dan kebingungan untuk turun. Pada Minggu (14/10/2018) malam pukul 23.00 WIB, tim SAR mulai berangkat naik untuk melakukan pencaharian.



"Dia ditemukan di atas pos 4 di kawasan Gupak Menjangan," kata Koordinator Relawan Cetho, Sunardi, Senin (15/10/2018).

Saat Salman tercecer, rekan-rekannya juga menunggu dan tidak terus turun. Saat itu, mereka juga kesulitan mencari karena hari sudah gelap. Esok harinya, Salman berhasil ditemukan tim SAR. "Kondisinya sehat dan bisa berjalan sendiri saat turun," ungkapnya.

Saat perjalanan turun sampai di pos 2, seorang rekan Salman kakinya kesleo dan terpaksa ditandu turun ke bawah. Para pendaki itu berhasil dibawa turun tim SAR sampai di bawah pada Senin (15/10/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat diperiksa tim medis, kondisi delapan pendaki itu sehat semuanya dan hanya kecapekan. Rombongan pendaki itu dinilai masih pemula dan kurang memperhatikan unsur keselamatan saat mendaki.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak