alexametrics

Kuras Sumur, Dua Pekerja Tewas Hirup Gas Beracun

loading...
Kuras Sumur, Dua Pekerja Tewas Hirup Gas Beracun
Petugas berusaha mengevakuasi dua pekerja yang tewas saat membersihkan sumur di Besirejo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, Minggu (14/10/2018). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN
A+ A-
SLEMAN - Dua pekerja tewas saat membersihkan sumur milik Tukiran, warga Besirejo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (14/10/2018). Keduanya diduga menghirup gas beracun dan kehabisan oksigen saat menguras sumur.

Kedua pekerja itu masing-masing bernama Martin (46), warga Perum GPM Blok AU 16, Sukoharjo, Ngaglik dan Tri Sutejo (27), warga Sembung, Sukoharjo, Ngaglik. Sementara satu pekerja lagi, Romhadi (26), warga Sembung, Sukoharjo, Ngaglik, selamat.

"Kedua korban diduga menghirup gas beracun yang keluar dari mesin diesel yang digunakan untuk menguras sumur," kata Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi, Minggu (14/10/2018).



Danang menjelaskan kejadian itu berawal saat Martin yang berada dalam sumur bersama Romhadi melihat rekannya lemas. Martin kemudian memanggil Tri Sutejo untuk membantu Romhadi naik ke atas. "Tri Sutejo kemudian turun ke dalam sumur dengan mengunakan tambang dan berhasil mengeluarkan Romhadi dari dalam sumur," katanya.

Menurut Danang, setelah di atas sumur, Romhadi dibawa ke rumah sakit Panti Nugroho, Pakem. Sedangkan Martin dan Tri Sutejo dengan menggunakan seutas tambang berusaha naik. Namun karena lemas mereka tidak kuat dan terjatuh dalam sumur. "Keduanya tidak dapat ditolong dan meninggal di lokasi," katanya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaglik. Petugas kemudian menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan bersama dengan SAR, BPBD Sleman dan DIY melakukan evakuasi. Korban akhirnya dapat diangkat petugas sekitar pukul 17.00 WIB.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak