alexametrics

Pemprov Jatim Siapkan Rp23,7 Miliar Rehab Bangunan Rusak Akibat Gempa

loading...
Pemprov Jatim Siapkan Rp23,7 Miliar Rehab Bangunan Rusak Akibat Gempa
Gubernur Jatim Soekarwo mengalokasikan anggaran untuk perbaikan bangunan korban bencana gempa di Pulau Sapudi, Sumenep sebesar Rp23,7 miliar. FOTO/DOK.SINDOphoto
A+ A-
SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran untuk perbaikan bangunan korban bencana gempa di Pulau Sapudi, Sumenep sebesar Rp23,7 miliar. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep menyebutkan, sebanyak 498 bangunan di Pulau Sapudi rusak akibat gempa magnitudo 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di timur laut Situbondo, Kamis (11/10/2018) dini hari.

Kerusakan bangunan ini terjadi di Kecamatan Gayam sebanyak 427 bangunan dan sisanya 71 bangunan di Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi. Jumlah total kerusakan bangunan terdiri rumah, tempat ibadah dan bangunan sekolah. Gempa juga mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 34 mengalami luka-luka dan 1 orang mengalami patah tulang.

"Sambil menunggu pendataan dan update tingkat kerusakan, semua rumah akan diperbaiki. Saya minta masyarakat ikut bergotong-royong membantu petugas. Dalam kondisi bencana ini, anggota TNI diterjunkan untuk membantu merehabilitasi rumah kembali," kata Gubernur Jatim Soekarwo, Minggu (14/10/2018).

Dia menambahkan, saat ini masih dihitung kebutuhan dana bantuan setiap perbaikan rumah di Sumenep. Jika mengacu pada perbaikan rumah saat musibah tanah longsor di Ponorogo, setiap rumah berhak atas perbaikan Rp10 juta. Namun yang roboh harus dibangunkan kembali rumah. Dirinya mengklaim, penanganan pascagempa magnitudo 6,4 yang berdampak paling parah di Pulau Sapudi, Sumenep cukup cepat.

"Dalam waktu 21 hari pascagempa, kondisi di Sumenep kembali pulih. Tim medis sudah ada di sana untuk menangani para korban," ujarnya.
(amm)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak