alexametrics

Heli Water Bombing Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai

loading...
Heli Water Bombing Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai
Helikopter jenis MI-8 membawa air untuk memadamkan kebarakan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan, Jawa Barat. FOTO/iNews/TOISKANDAR
A+ A-
MAJALENGKA - Proses pemadaman kebakaran di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuningan, Jawa Barat terus dilakukan. Hari ini, Minggu (14/10/2018), proses pemadaman akan dilakukan dengan operasi water bombing.

Langkah itu akan dilakukan di dua titik, yakni di Blok Batu Arca dan Blok Gunung Dulang. Dari operasi itu, diharapkan bisa mengatasi kebakaran di lahan seluas sekitar 148 hektare, yang terdiri dari 58 hektare di Blok Batu Arca dan 90 hektare di Blok Gunung Dulang.



"Proses dilakukan dengan menggunakan satu unit Heli. Nantinya Heli akan ambil air dari Situ Cipariuk yang berjarak sekitar 3,8 kilometer (Blok Batu Arca) dan 6,3 kilometer (dari Blok Gunung Dulang)," kata Kepala TNGC, Koeswandono kepada SINDOnews, Minggu (14/10/2018).

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, helikopter yang digunakan untuk operasi water bombing berjenis MI-8. Dengan membawa air 4.000 liter, helikopter ini diharapkan bisa memadamkan api di kawasan TNGC.

Data BPBD Kuningan lahan hutan Gunung Ciremai yang terbakar seluas 1.300 hektare. Meski telah berlangsung selama dua pekan, kebakaran hutan gunung ciremai belum di ketahui penyebabnya.

Berikut rincian rencana operasi water bombing:

Lokasi pengeboman:

A. Blok Batu Arca:
 1. 6°50'37.85"S, 108°25'54.85"T
 2. 6°50'48.04"ST, 108°25'39.07"T
 3. 6°50'59.70"S, 108°25'48.10"T

Perkiraan luas area: 58 Ha
Jarak dari Sumber Air Situ Cipariuk: 3,8 KM

B. Blok Gunung Dulang:  
1. 6°51'58.82"S, 108°24'24.13"T

Perkiraan luas area: 90 Ha
Jarak dari sumber air situ Cipariuk: 6,3 KM
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak