alexametrics

Khawatir Banjir Susulan, Ratusan Warga Mengungsi Ke Masjid dan Sekolah

loading...
Khawatir Banjir Susulan, Ratusan Warga Mengungsi Ke Masjid dan Sekolah
Suasana warga di Natal saat mengungsi di salah satu sekolah karena khawatir banjir susulan. iNewsTV/Zia Nasution
A+ A-
MADINA - Ratusan warga di Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), memilih mengungsi ke masjid dan sekolah.

Warga mengungsi di gedung Madrasyah Tsnawiyyah Muhammadiyyah, Natal dan Masjid Al-Ikhlas, Tambak, Pasar 4, Natal. Mereka mengungsi karena rumah sudah digenangi air, sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati. Rumah mereka digenangi air sejak siang, tepatnya ketika air mulai naik.

Selain itu, mereka nekat mengungsi untuk menghindari banjir susulan ketika sedang tidur. Menurut warga, sebagian masyarakat di daerah itu juga mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih tinggi. Selain itu, masyarakat juga mulai membuka dapur umum, karena di rumah mereka tidak bisa melakukan kegiatan.

Umumnya, warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak dan kalangan perempuan. Para orang tua terpaksa membentang tikar di dalam salah satu bangunan yang ada di sekolah atau masjid. ”Kami membawa tikar masing-masing,” ujar Heri, seorang warga yang ikut mengungsi.

Dia mengatakan, sejumlah orangtua mulai mengeluhkan tidak tersedianya obat-obatan, seperti obat demam dan sakit perut. ”Banyak yang membutuhkan obat-obatan, namun belum tersedia,” tuturnya.

Dia menilai, perhatian pemerintah daerah belum ada, terutama mengenai ketersediaan obat-obatan. ”Banyak yang mengeluh, karena bantuan, terutama obat tidak ada,” imbuhnya. Dia berharap kepada pemerintah agar segera memberikan bantuan kepada warga.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madina Yasir Nasution mengatakan, lambannya penanganan bencana banjir di Kecamatan Natal. Akibat kesulitan untuk mencapai wilayah itu, karena sejumlah titik badan jalan nasional mengalami longsor.

“Hampir seluruh wilayah menuju Kecamatan Natal mengalami bencana alam, sehingga bantuan dipastikan terlambat,” terangnya. Namun, dia memastikan bahwa, petugas dari BPBD Kabupaten Madina akan bekerja secara maksimal.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak