alexametrics

BIJB Layani Penerbangan Umrah, Berangkatkan 176 Jamaah pada 13 Oktober

loading...
BIJB Layani Penerbangan Umrah, Berangkatkan 176 Jamaah pada 13 Oktober
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (tengah), Dirut PT BIJB Dimas Ekaputra (kanan), dan Managing Director Lion Group Daniel P Kuncoro berbincang dalam kegiatan Japri di Gedung Sate, Selasa 9 Oktober 2018. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A+ A-
BANDUNG - Sebanyak 176 jamaah umrah akan diberangkatkan ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), pada 13 Oktober 2018. Ini menandai dimulainya pelayanan umrah dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Managing Director Lion Group Daniel P Kuncoro memastikan, ke-176 jamaah umrah tersebut akan diberangkatkan pihaknya melalui Bandara Kertajati dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800.

"Kami sudah confirm, tanggal 13 (Oktober) ini," ungkap Daniel dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 9 Oktober 2018.

Dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Direktur Utama (Dirut) PT BIJB Dimas Ekaputra itu, Daniel menyatakan, Bandara Kertajati sudah layak digunakan untuk penerbangan umrah.



Selain kelengkapan sarana dan prasarana yang telah terpenuhi, Bandara Kertajati pun dinilainya memiliki keunggulan secara geografis. "Geografisnya sangat menguntungkan," katanya.

Menurut dia, letak bandara yang berada di tengah-tengah antara Provinsi Jabar dan Jawa Tengah membuat Bandara Kertajati menjadi bandara yang strategis untuk keberangkatan jamaah dari kedua provinsi tersebut.

Dia menjelaskan, selain jamaah umrah dari Provinsi Jabar, seperti dari Bandung, Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, Bandara Kertajati juga dapat digunakan oleh jamaah umrah dari Purwokerto, Tegal, Cilacap, dan Brebes, Provinsi Jateng.

"Daripada harus ke Jakarta, jauh. Bisa 6-7 jam," tuturnya seraya mengatakan, untuk tahap awal, penerbangan umrah dilakukan satu kali setiap pekannya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku bersyukur atas dimulainya penerbangan umrah perdana dari Bandara Kertajati. Menurut dia, hal itu menjadi pertanda apa yang dicita-citakan mulai terwujud. "Saya sangat yakin bandara ini akan memengaruhi ekonomi regional secara maksimal," katanya.

Sementara itu, Dirut PT BIJB Virda Dimas Eka Putra memastikan, Bandara Kertajati siap melaksanakan penerbangan umrah perdana pada 13 Oktober 2018. "Dua minggu lalu sudah melakukan simulasi, Insya Allah tanggal 13 Oktober nanti kita akan mulai penerbangan internasional perdana Kertajati-Madinah, transit di India. Secara kesuluruhan terminal siap melayani penerbangan domestik dan internasional," terangnya.

Menurut dia, berbagai standar penerbangan yang diwajibkan sudah tersedia di bandara tersebut, salah satunya panjang landasan pacu yang sudah mencapai 2.500 meter. Selain itu, bandara ini pun sudah mampu menampung 22 pesawat dari yang awalnya 10. "Ada juga lounge seluas 1.300 meter persegi dan untuk imigrasi sudah semuanya," sebut Virda.

Vice President Dream Tour M Umar Bakadam menambahkan, pihaknya memilih Bandara Kertajati untuk memberangkatkan 176 jamaah umrahnya itu agar lebih efisien. Apalagi, kata dia, potensi jamaah umrah dari Provinsi Jabar dan Jateng cukup besar.

"Menurut kami sangat bagus karena Jawa Barat ini besar. Apalagi kita bisa mengambil Jawa Tengah juga," katanya seraya menargetkan 3-4 kali penerbangan umrah dalam sepekan pada Januari 2019.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak