Aglomerasi RUU DKJ, KH Maruf Amin: Wapres Baru Akan Pimpin

Kamis, 21 Maret 2024 - 14:14 WIB
loading...
Aglomerasi RUU DKJ,...
Wapres KH Maruf Amin mengomentari RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ) saat kunjungan kerja di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (21/3/2024). Foto: iNews Media/Binti Mufarida
A A A
KENDARI - Wapres KH Maruf Amin memastikan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) di dalam RUU DKJ akan dipimpin Wapres baru.

Dirinya hanya tinggal beberapa bulan lagi menjabat sehingga operasional Jabodetabekjur bakal dipimpin Wapres baru yang terpilih dalam Pilpres 2024.

Baca juga: Wapres Pimpin Kawasan Aglomerasi, Mendagri: Jangan Pikir Bisa Ambil Alih Kewenangan Pemda

Dengan di bawah koordinasi Wapres diharapkan akan lebih memudahkan dalam pelaksanaan wilayah aglomerasi.

"Mungkin dipilihnya Wapres karena ini menyangkut mengkoordinasi berbagai daerah yang kalau tingkat menteri mungkin kesulitan teknisnya supaya diangkat yang lebih atas," ujar Maruf di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (21/3/2024).

Menurut dia, aglomerasi wilayah Jakarta merupakan suatu kebutuhan. "Ya mengenai UU DKJ Jakarta, Daerah Khusus Jakarta. Itu kan istilahnya untuk mengkoordinasi. Aglomerasi itu sebenarnya saya kira sesuatu kebutuhan karena ide mengkoordinasikan dan mensinkronisasi terutama perencanaan Jakarta dengan sekitarnya itu sudah lama," ungkapnya.

Bahkan, dulu telah ada inisiatif Jakarta harus dipimpin seorang menteri. Dulu ketika Maruf menjadi anggota DPRD DKI tahun 1971 pernah melakukan koordinasi terkait masalah aglomerasi ini.

"Dulu saya pernah jadi anggota DPRD DKI dan melakukan koordinasi dengan Jabar, bagaimana supaya perencanaan antara Jakarta dengan daerah sekitarnya itu sinkron,” ujarnya.

“Sebab kalau tidak seperti Depok yang mestinya jadi resapan air kemudian habis akhirnya air itu tidak ada resapannya lalu langsung ke Jakarta. Maka, menambah volume banjir. Karena ini harus merupakan suatu perencaan yang terintegrasi. Saya kira ide itu sudah lama dan sekarang muncul serta bakal diakomodasi di UU baru. Saya kira itu bagus," sambungnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Rekomendasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved