alexametrics

Pos Pemantau Sebut Ada Aktivitas Pendakian di Gunung Soputan

loading...
Pos Pemantau Sebut Ada Aktivitas Pendakian di Gunung Soputan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pemantau Gunung Soputan memantau hingga Rabu (3/10/2018 subuh, masih ada aktivitas pendakian di gunung tersebut. Foto Gunung Soputan saat erupsi/Ist
A+ A-
RATAHAN - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pemantau Gunung Soputan memantau hingga Rabu (3/10/2018 subuh, masih ada aktivitas pendakian di gunung tersebut. "Dari infrared dan juga teropong sejak tadi malam hingga pagi subuh, kami masih melihat ada aktivitas pendaki. Ada cahaya lampu pada beberapa titik di lerang kaki gunung hingga titik ketinggian 500 meter," ujar Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan Asep Saifulah.

Aktivitas ini, kata dia, berbahaya hingga zona 4 kilometer. Sementara pihaknya sudah menutup jalur pendakian dan melarang aktifitas dizona tersebut.

"Kami tidak bisa memastikan soal perkembangan terakhir mereka (Pendaki). Kewenangan kami hanya menghimbau sesuai dengan pantauan aktivitas Gunung Soputan," ujarnya.



Pihak BPBD sendiri memastikan sudah mengeluarkan status level Siaga III. Pihaknya melarang warga beraktivitas di radius 4 KM.

"Dua hari sebelumnya kami sudah tetapkan status waspada level II. Akan tetapi sejak Selasa 2 Oktober, sudah ditingkatkan menjadi Siaga level III. Jadi larangan bagi aktifitas pendaki termasuk aktifitas lainnya dizona 4 KM harus dipatuhi," ujar Kepala BPBD Kabupaten Mitra melalui Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Erick Manoroinsong.

Hanya saja dia memastikan hingga Selasa 2 September 2018, di wilayah Kabupaten Mitra belum didapati wilayah terdampak. Sementara dia berharap agar pemerintah desa hingga kecamatan bisa terus berkoordinasi khususnya di wilayah kaki Gunung Soputan. "Termasuk aktivitas pendaki harus dicegah untuk keselamatan bersama," ujarnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak