Kerugian akibat Penjarahan Korban Gempa Diganti oleh Pemerintah

Rabu, 03 Oktober 2018 - 13:21 WIB
Kerugian akibat Penjarahan...
Kerugian akibat Penjarahan Korban Gempa Diganti oleh Pemerintah
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) menanggapi penjarahan yang dilakukan oknum masyarakat di tengah musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Budi mengatakan situasi saat ini sudah terkendali, aparat dan pemerintah bekerja sama untuk menanganinya.

"Dua hari pertama memang kita monitor, tapi situasi telah dikendalikan pemerintah dan aparat sehingga semua sudah normal. Kami mohon semua masyarakat ikut bantu agar makin kondusif," kata BG di Palu, Rabu (3/10/2018).

Menurut BG penjarahan terjadi karena warga panik kehabisan makanan. Namun dia menyebut kerugian akibat penjarahan tersebut akan diganti oleh pemerintah. "Masih ada satu dua dan itu sudah kita catat. Kemarin hasil rapat Mendagri dan Menko, memerintahkan aparat untuk mencatat setiap kerugian dan akan ditanggung. Penjarahan karena semua panik makanan habis termasuk persoalan air. Tapi situasi sudah bisa ditangani," ujarnya.

Terkait musibah besar yang terjadi di Indonesia, BG mengatakan telah ada kejadian sebelumnya. Ia pun meyakini warga akan mampu menghadapi musibah ini dan diharapkan akan pulih secepatnya. (Baca juga: Jarah Barang Elektronik di Palu, Polisi Tangkap Puluhan Warga )

"Kita ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Lombok kemarin 2018. Kali ini di Palu dan Donggala dan sekitarnya. Tapi yang pasti Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," katanya.

Terkait bantuan yang terlambat sampai di lokasi, BG mengatakan diakibatkan oleh transportasi. Namun beberapa hari ke depan diharapkan dapat pulih. "Yang belum dapat bantuan karena terkendala transportasi. Lewat laut paling cepat dua hari. Udara landasan pacu juga terganggu. Tapi kami yakin beberapa hari ke depan akan stabil. Presiden akan cek setiap saat. InsyaAllah hadir cek setiap saat," katanya.

BG juga menyebut perlu penguburan secepatnya terhadap korban yang meninggal.
(amm)
Berita Terkait
Gempa M5,0 Guncang Palu...
Gempa M5,0 Guncang Palu Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Deretan Gempa Bumi yang...
Deretan Gempa Bumi yang Paling Mematikan di Indonesia
Ziarah Empat Tahun Bencana...
Ziarah Empat Tahun Bencana Gempa Palu
Gempa Donggala, Warga...
Gempa Donggala, Warga Diimbau Mengungsi ke Dataran Tinggi
Taiwan ICDF Hadirkan...
Taiwan ICDF Hadirkan Proyek Pendukung Mata Pencaharian di Sulawesi Tengah
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Donggala Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
8 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
9 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
9 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
10 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
11 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
11 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved