alexametrics

Gunung Soputan Meletus Empat Kali, Aktivitas Warga Minahasa Tenggara Normal

loading...
Gunung Soputan Meletus Empat Kali, Aktivitas Warga Minahasa Tenggara Normal
Asap abu membumbung tinggi setelah Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meletus, Rabu (3/10/2018) pagi. FOTO/TWITTER/@SUTOPOPN
A+ A-
MINAHASA TENGGARA - Aktivitas warga di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara relatif masih normal paskameletusnya Gunung Soputan, Rabu (3/10/2018). "Kami yang di Minahasa Tengggara masih beraktivitas seperti biasa. Angin kan mengarah ke barat. Kemungkinan warga Minahasa Selatan yang kena," kata Marvel, warga Minahasa Tenggara, Rabu (3/10/2018).
Kepala Pos Pemantau Gunung Api Soputan, Asep Saifuloh mengungkapkan, saat ini cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat laut. Suhu udara 20-37 °C. "Gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna coklat dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 2.000-5.000 meter di atas puncak kawah," katanya.
Teramati empati kali letusan dengan tinggi 2.000-5.000 meter dan warna asap kelabu. Letusan 1 terjadi pukul 08:47 Wita, letusan 2 terjadi pukul 10:44 Wita, letusan 3 terjadi pukul 11:12 Wita dan letusan 4 terjadi pukul 11:52 Wita.
"Masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas," katanya.
Sementara itu, Humas PT Angkasa Pura Sam Ratulangi Manado Angga Maruli menjelaskan terkait aktivitas Gunung Soputan sampai saat ini belum berpengaruh pada penerbangan dari dan ke bandara Sam Ratulangi. "Kami tetap berkoordinasi dengan BMKG, Pusat Vulkanologi serta instansi lain yg terkait aktivitas Gunung Soputan tersebut," katanya.

(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak