Kronologi Kebakaran Hebat di Kota Bambu, Diduga Berawal dari Kontrakan Tukang Nasi Goreng
Minggu, 17 Maret 2024 - 12:10 WIB
loading...
Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kota Bambu Raya, RT13 dan RT14/RW03, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, Minggu (17/3/2024) dini hari. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kota Bambu Raya, RT13 dan RT14/RW03, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, Minggu (17/3/2024) dini hari. Kebakaran diduga berawal dari kontrakan tukang nasi goreng lalu merembet ke bangunan lainnya.
Sonia (52), Ketua RT 14/RW 03 Kelurahan Kota Bambu Utara menjelaskan kronologi kebakaran yang terjadi pada pukul 01.30 WIB tersebut.
"Jadi saya nggak lihat langsung. Tapi kalau kata warga yang jadi saksi mata, ada rumah kosong, kamar kosong terus bunyi bluduk, tapi bukan gas. Terus api nyala gede gitu," kata Sonia ketika ditemui di lokasi, Minggu (17/3/2024) siang.
Sonia meyakini kebakaran tersebut bermula dari kontrakan semi permanen yang banyak dihuni tukang nasi goreng yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk berjualan, kemudian menyambar ke kabel listrik hingga tiang listrik. "Bukan suara ledakan tapi bunyi prit gitu. Kalau dari gas kan ada bau gas," jelasnya.
Menurutnya, jumlah petakan yang kebanyakan dua lantai tersebut berjumlah puluhan unit. Kebanyakan merupakan bangunan lama. "Kalau kontrakan kan 1 rumah cuma dipetakin. Jadi ada kontrakan kecil 70 lebih. Hangus semua rata dengan tanah," tutur Sonia.
Wahidin, salah satu penghuni kontrakan petakan yang berprofesi sebagai tukang nasi goreng mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Ia mendatangi rumah RT untuk mengurus dokumen kependudukan yang terbakar.
Sonia (52), Ketua RT 14/RW 03 Kelurahan Kota Bambu Utara menjelaskan kronologi kebakaran yang terjadi pada pukul 01.30 WIB tersebut.
"Jadi saya nggak lihat langsung. Tapi kalau kata warga yang jadi saksi mata, ada rumah kosong, kamar kosong terus bunyi bluduk, tapi bukan gas. Terus api nyala gede gitu," kata Sonia ketika ditemui di lokasi, Minggu (17/3/2024) siang.
Sonia meyakini kebakaran tersebut bermula dari kontrakan semi permanen yang banyak dihuni tukang nasi goreng yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk berjualan, kemudian menyambar ke kabel listrik hingga tiang listrik. "Bukan suara ledakan tapi bunyi prit gitu. Kalau dari gas kan ada bau gas," jelasnya.
Menurutnya, jumlah petakan yang kebanyakan dua lantai tersebut berjumlah puluhan unit. Kebanyakan merupakan bangunan lama. "Kalau kontrakan kan 1 rumah cuma dipetakin. Jadi ada kontrakan kecil 70 lebih. Hangus semua rata dengan tanah," tutur Sonia.
Wahidin, salah satu penghuni kontrakan petakan yang berprofesi sebagai tukang nasi goreng mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Ia mendatangi rumah RT untuk mengurus dokumen kependudukan yang terbakar.
Lihat Juga :