alexametrics

Mahasiswa Bengkulu Membangun Desa di Era Milenial

loading...
Mahasiswa Bengkulu Membangun Desa di Era Milenial
Selebritas Media Sosial, Dewi Paramitha, saat talkshow Generasi Milenial Bicara Desa di hadapan ratusan mahasiswa Univesitas Hazairin, Bengkulu, Senin (24/9/2018). Foto/Istimewa
A+ A-
BENGKULU - Mahasiswa dikenal sebagai agen perubahan, maka mahasiswa juga dapat berperan dalam mewujudkan pembangunan di tingkat desa.

"Peran yang dimaksud bisa dengan turut mempromosikan potensi yang dimiliki suatu desa, atau desa di mana kalangan mahasiswa berada,” kata Direktur BUMDes Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Jawa Tengah, Joko Winarno saat talkshow "Generasi Milenial Bicara Desa" di hadapan ratusan mahasiswa Univesitas Hazairin, Bengkulu, Senin (24/9/2018).

"Namun langkah awal yang harus dilakukan, tentu saja mengeksplor potensi yang dimiliki masing-masing desa. Dari sana nantinya bisa diarahkan supaya dikelola menjadi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)," lanjut Joko.



Dengan begitu, lanjut Joko, mahasiswa sudah turut berperan dalam membangun desa. Karena saat ini pembangunan Indonesia dimulai dari tingkat desa, dan peluang ini sangat bagus.

"Jadi sekarang generasi milenial sudah saatnya bicara desa. Semata-mata demi pembangunan di lingkungan desa, yang nantinya bermuara terhadap pembangunan Indonesia," kata Joko.

Sementara itu, menurut selebritas Media Sosial (Medsos), Dewi Paramitha, salah satu cara untuk mempromosikan potensi yang dimiliki desa bisa dengan memanfaatkan Medsos, seperti instagram, facebook, dan medsos lainnya.

"Mahasiswa inikan biasanya senang jalan-jalan, dan foto-foto. Tentu saja itu setelah jalan-jalan ke desa bisa dipromosikan potensi desa yang dikunjunginya," ujar Mitha.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unihaz Bengkulu Yulfiperius mengatakan, kampus pertama di Bengkulu telah mengajak mahasiswa membangun desa. Lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa periode 29 tahun 2018, mahasiswa terjun langsung ke desa-desa.

"Mereka melakukan pendataan komoditas unggulan setiap desa, lalu melakukan pendampingan, dan akhirnya membawa produk unggulan desa itu ke publik," kata Yulfi.

Untuk itu, sambung Yulfi, helatan bertajuk "Generasi Milenial Bicara Desa" yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan SINDO Weekly ini senapas dengan program Unihaz. "Menjadikan mahasiswa penggerak pembangunan desa," tegas Yulfi.

Upaya mengajak mahasiswa mempromosikan produk unggulan dan potensi desa di era milenial ini sejalan dengan salahsatu program unggulan Kemendes PDTT, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Sebuah program yang mengembangkan produk unggulan desa agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat desa bisa terus meningkat.

“Model Prukades yang diinisiasi oleh Kemendes PDTT ini kan memfasilitasi desa untuk dipertemukan dengan dunia usaha, perbankan, dan sejumlah kementerian terkait. Nah, kami sudah memulainya, tinggal sinergi agar pembangunan desa bukan hanya jargon semata. Dan hari ini kita bulatkan tekad, mahasiswa Bengkulu siap mempromosikan produk unggulan dan desa dan menjadi motor penggerak pembangunan desa,” pungkas Yulfi.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak