alexametrics

Pria yang Dituduh Menculik Bocah SD Akhirnya Meninggal Dunia

loading...
Pria yang Dituduh Menculik Bocah SD Akhirnya Meninggal Dunia
Keluarga dan warga melayat ke rumah duka Ngatimin di Teluk Keriting, Jalan Agus Salim, Gang Bintan 1, Nomor 46, RT01/RW11, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat. FOTO/SINDOnews/Muhammad Bunga Ashab
A+ A-
TANJUNGPINANG - Ngatimin (32), pria yang dituduh warga sebagai penculik anak akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah dirawat 10 hari di RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Jalan WR Supratman, Kilometer 8, Tanjungpinang, Minggu (23/9/2018) sore. Ngatimin meninggalkan seorang anak dan istri, Selly (28) setelah melawan rasa sakit atas musibah yang dialami.

Seperti diketahui, Ngatimin dituduh sebagai pelaku penculikan anak berinisial Kk (9), siswa SD 019 Madrasah Raudatul Mushallin, Jalan Sultan Mahmud, Gang 45, Kelurahan Tanjungunggat, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Rabu (12/9/2018). Waktu itu, Ngatimin langsung diamankan warga saat hendak mendekati siswa yang duduk di bangku kelas IV SD 019. Setelah itu, warga sempat mengerumuni Ngatimin dan ada juga warga yang memukulinya. Sejak kejadian itu, Ngatimin belum sadarkan diri di ruang Dahlia, lantai 5, RSUD Raja Ahmad Thabib. (Baca juga: Warga Serahkan Pria yang Dicurigai Hendak Menculik Bocah SD ke Polisi)

Informasi yang dihimpun, sebelum menghembuskan napas terakhirnya Ngatimin sempat dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Teluk Keriting, Jalan Agus Salim, Gang Bintan 1, Nomor 46, RT 01/RW 11, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Sabtu (22/9/2018). Ngatimin dibawa keluarganya untuk dirujuk ke rumah sakit spesialis telinga, hidung, tenggorkan (THT) di Padang, Sumatera Barat. Namun, baru semalam tinggal di rumah orang tuanya Ngatimin tiba-tiba sesak napas, sehingga harus dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Thabib. Jasad Ngatimin rencanya akan disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Batu Hitam.

"Tadi pagi, sempat dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib karena tiba-tiba sesak napas," kata Selly, istri Ngatimin. Namun, setelah beberapa jam dirawat nyawa Ngatimin tak tertolong lagi. Setelah itu, jasad Ngatimin langsung dibawa ke rumah duka.

Mendengar kabar itu, baik keluarga maupun sahabat korban satu per satu berdatangan untuk melayat. "Tadi meninggalnya jam tiga (sore) lewat lah," ujar Selly sambil meneteskan air matanya.

Di rumah duka, Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur mengatakan, setelah mendapat informasi bahwa korban meninggal dunia, jajaran Polsek Bukit Bestari mendatangi rumah duka. Jumhur menuturkan, dari keterangan keluarga korban, Ngatimin meninggal dunia di rumah sakit setelah mengalami sesak napas.

"Tadi dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tak terlong lagi," kata Jumhur.

Dia menjelaskan, Ngatimin rencanya hendak dirujuk ke Padang untuk berobat di rumah sakit spesialis THT. Setelah mendapat surat rujukan, korban dibawa pulang ke rumah untuk persiapan ke Padang. Akan tetapi, dapat kabar Ngatimin dilarikan lagi ke rumah sakit.

"Sudah dikoordinasikan dengan dokter korban dirujuk ke Padang, surat rujukan sudah keluar. Korban dirujuk karena belum bisa ngomong, spesialis THT cuma ada di Padang," ujar Jumhur.

Terkait kasus penculikan anak yang dituduhkan kepada korban, kata Jumhur, sejauh ini bisa disimpulkan. Sebab, dari keterangan saksi tidak ada yang mengarah ke perbuatan seperti yang dituduhkan. Sementara Ngatimin sejak diserahkan warga ke Polsek Bukit Bestari tak bisa diajak berbicara. "Untuk kasusnya belum bisa disimpulkan apakah korban ingin menculik anak atau tidak," kata dia.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak