Hari Raya Nyepi, Ketua DPRD Klungkung Ajak Introspeksi Diri
Selasa, 12 Maret 2024 - 14:39 WIB
loading...
Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom beserta seluruh anggota DPRD Klungkung mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946. Foto/Ist
A
A
A
KLUNGKUNG - Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom beserta seluruh anggota DPRD Klungkung, Bali mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946.
Perayaan Nyepi merupakan salah satu perayaan suci umat Hindu ditandai dengan meninggalkan segala aktivitas duniawi dalam keheningan selama sehari.
Baca juga: Tawur Agung Jelang Nyepi, Seimbangkan Alam Semesta
"Pada perayaan Nyepi tahun baru caka 1946 ini, kami mewakili jajaran DPRD Klungkung memberikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi. Semoga tahun ini membawa lebih banyak kebahagiaan dan kedamaian di hidup kita semua," tutur Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom.
Perayaan ini mengandung makna spiritual agar umat Hindu membersihkan raga dan jiwanya dari segala hal yang berbau duniawi.
"Seluruh umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Panyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelangunan (tidak mencari hiburan)," kata Anak Agung Gde Anom dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/3/2024).
Dia lantas mengajak masyarakat mengimplementasikan ajaran filsafat Hindu 'Tat Twam Asi' dengan cara bersikap peduli antarsesama. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga.
Perayaan Nyepi merupakan salah satu perayaan suci umat Hindu ditandai dengan meninggalkan segala aktivitas duniawi dalam keheningan selama sehari.
Baca juga: Tawur Agung Jelang Nyepi, Seimbangkan Alam Semesta
"Pada perayaan Nyepi tahun baru caka 1946 ini, kami mewakili jajaran DPRD Klungkung memberikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi. Semoga tahun ini membawa lebih banyak kebahagiaan dan kedamaian di hidup kita semua," tutur Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom.
Perayaan ini mengandung makna spiritual agar umat Hindu membersihkan raga dan jiwanya dari segala hal yang berbau duniawi.
"Seluruh umat Hindu diharapkan melaksanakan Catur Brata Panyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungaan (tidak bepergian) dan amati lelangunan (tidak mencari hiburan)," kata Anak Agung Gde Anom dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/3/2024).
Dia lantas mengajak masyarakat mengimplementasikan ajaran filsafat Hindu 'Tat Twam Asi' dengan cara bersikap peduli antarsesama. Dengan begitu, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga.
Lihat Juga :