alexametrics

WN Turki Pengusaha Properti Dianiaya Belasan Preman dengan Pacul

loading...
WN Turki Pengusaha Properti Dianiaya Belasan Preman dengan Pacul
Korban pengeroyokan, Ilhan Kayya saat mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan preman bayaran, Minggu (16/9/2019). Foto/InewsTV/Bugma
A+ A-
GOWA - Seorang warga negara asing asal Turki yang juga pengusaha perumahan mewah di Gowa Sulawesi Selatan, Minggu (16/9/2018) dikeroyok belasan orang preman bayaran. Korban luka parah akibat dianiaya dengan pacul di bagian kepala.

Akibat pengeroyokan itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Diduga aksi pengeroyokan tersebut dilakukan oleh pelaku karena motif utang piutang sebesar Rp23 miliar.

"Awalnya ribu-ribut di dalam rumah, kemudian para pelaku menyeret korban keluar rumah dan menganiayanya," kata Mahatir kepada wartawan, Minggu (16/9/2018).

Menurut saksi mata Mahatir, aksi pengeroyokan yang dilakukan terhadap Ilhan Kayya dilakukan di depan rumah korban, di Perumahan Puri Diva Istanbul, Kelurahan Pao-Pao, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Belasan orang yang diduga preman terus melakukan penganiayaan sambil menyeret korban keluar dari rumahnya.

Tak puas hanya memukuli, salah seorang pelaku menghantam kepala korban dengan pacul hingga korban luka parah dan tak sadarkan diri. Usai mengeroyok korban, sejumlah pelaku juga menganiaya pembantu korban dan membawa kabur dua buah HP.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban Ilhan Kayya mengalami luka berat di kepalanya dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Grestelina, Makassar Sulawesi Selatan.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengaku polisi sudah menerima laporan atas peristiwa tersebut. "Kami masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan pembantu korban," katanya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki dan mengejar para pelaku yang diduga preman dan telah melarikan diri ke Kabupaten Sidrap.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak