alexametrics

Ricuh Demo Akibat Pelemahan Rupiah, Mahasiswa Disemprot APAR

loading...
Ricuh Demo Akibat Pelemahan Rupiah, Mahasiswa Disemprot APAR
Sejumlah petugas Satpol PP menyemprotkan alat pemadam kebakaran (APAR) ke arah kerumunan massa hingga bubar. Foto/SINDOnews/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, berakhir ricuh. Mereka memaksa masuk dengan mendorong pintu pagar di kompleks Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan hingga rusak, Jumat (14/9/2018) siang.

Sejumlah petugas Satpol PP kemudian menyemprotkan alat pemadam kebakaran (APAR) ke arah kerumunan massa hingga bubar. Meski demikian, pengunjuk rasa kembali lagi melanjutkan aksinya menuntut pemerintah memperbaiki kondisi nilai rupiah yang melemah terhadap dolar AS.

Massa juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) lengser karena dinilai tidak mampu mempertahankan ekonomi negara. Mereka memyampaikan kekesalannya karena gagal bertemu dengan anggota DPRD Jateng untuk menyampaikan aspirasi karena pintu gerbang dijaga ketat petugas.

“Kami katanya akan dipertemukan dengan bapak dewan 10 orang untuk masuk. Tapi sampai saat ini dari mereka tidak menanggapi. Lantas mana konsistensi mereka, kami hanya ingin bertemu dengan mereka,” ujar Koordinator Aksi, Abdurrahman Syafrianto.

Sementara itu, tindakan tegas yang dilakukan petugas Satpol PP akibat aksi pengunjuk rasa semakin tak terkontrol. Peserta aksi merusak fasilitas kompleks kantor. Kemudian petugas mendapat instruksi untuk melakukan tindakan tegas untuk mengendalikan massa.

“Kami dari pihak keamanan hanya memfasilitasi saja, karena tindakan mereka sudah mengarah ke anarkis di antaranya pintu-pintu yang ada yang rusak. Itu sudah merupakan ke arah tindakan anarkis,” ujar seorang petugas Satpol PP.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak