alexametrics

12.119 Warga Sleman Belum Rekam E-KTP

loading...
12.119 Warga Sleman Belum Rekam E-KTP
Warga Sleman saat mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman, DIY, Rabu (12/9/2018). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN
A+ A-
SLEMAN - Warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP) masih cukup banyak. Dari 787.958 wajib KTP, yang sudah rekam e-KTP baru 775.859 atau 98,46%. Sisanya 12.119 atau 1,54% belum. Padahal data tersebut sangat penting. Bukan hanya untuk kepentingan kependudukan, tapi juga bidang lain.

"Karena itu kami mengimbau masyarakat memperhatikan serta melakukan perekaman data bagi yang belum memiliki dan upgrade atau pemutakniran data bagi yang mengalami peristiwa penting," kata kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat, Rabu (12/9/2018).

Untuk itu, berbagai upaya dilakukan Pemkab Sleman untuk meningkatkan kesadaran warga tertib dalam adminsitrasi kependudukan (adminduk). Di antaranya melalui sosialiasasi dan penyuluhan maupun inovasi dalam hal kependudukan sekaligus implementasi dari instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) tanggal 7 Februari 2018.



"Untuk mendukung program GISA ini berbagai inovasi telah kami luncurkan. Antara lain inovasi Integrasi Dokumen Layanan Kependudukan (Idola)," katanya.

Jazim Sumirat menjelaskan Idola mengintegrasikan seluruh pemutakhiran data kependudukan melalui satu paket layanan. Dia mencontohkan adanya peristiwa kelahiran, yaitu merupakan peristiwa penting yang akan mempengaruhi perubahan dokumen dikarenakan adanya penambahan anggota keluarga serta dibutuhkan pendataan bagi kelahiran tersebut.

"Di saat ada peristiwa penting itu (kelahiran), secara otomatis semua dokumen kependudukan akan berubah seperti Kartu Keluarga, akte kelahiran, juga ada hak anak yaitu Kartu Identitas Anak (KIA). Melalui inovasi Idola akan dilakukan pemutakhiran seluruh dokumen kependudukan ini dengan layanan terpadu," kata Jazim.

Tidak hanya peristiwa kelahiran, implementasi Idola juga dilakukan untuk setiap adanya peristiwa-peristiwa penting lain yang diperlukan adanya pemutakhiran dokumen kependudukan seperti halnya perkawinan, perpindahan atau pergantian alamat tinggal atau bahkan perceraian. "Inovasi Idola merupakan bentuk penyederhanaan mekanisme dan syarat administrasi kependudukan," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak