alexametrics

BNNK Gunungsitoli Ciduk Oknum Polisi Nyambi Jadi Pengedar Sabu

loading...
BNNK Gunungsitoli Ciduk Oknum Polisi Nyambi Jadi Pengedar Sabu
BNNK Gunungsitoli, Sumatera Utara menciduk seorang oknum polisi berpangkat Briptu yang bertugas di Polres Nias karena mengedarkan narkoba jenis sabu. Foto/SINDOnews/Iman Lase
A+ A-
GUNUNGSITOLI - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Gunungsitoli, Sumatera Utara menciduk seorang oknum polisi berpangkat Briptu yang bertugas di Polres Nias karena mengedarkan narkoba jenis sabu. Penangkapan oknum tersebut merupakan hasil pengembangan.

Oknum polisi Briptu JAL alias Ucok Lubis yang kerap keluar masuk penjara dengan kasus yang sama kembali diciduk personel BNN yang dipimpin oleh Kasi Berantas Kompol Arifeli Zega yang sebelumnya mengamankan KM.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat, setelah dilakukan penyelidikan petugas menciduk KM Alias Ama Wilman warga Kelurahan Ilir, Gunungsitoli dan ditangannya didapati satu bungkus kecil sabu seberat 0.16 gram.



"setelah kita dapatkan informasi dari masyarakat, kita langsung melakukan penyelidikan dan KM alias Ama Wilman berhasil kita amankan tepatnya di depan RSUD Gunungsitoli saat tersangka sedang menunggu pembeli. Ditangannya kita dapatkan satu bungkus klep kecil narkoba jenis sabu seberat 0.16 gram," ujar Kepala BNNK Gunungsitoli AKBP Faduhusi Zendrato kepada wartawan, Jumat (7/9/2018).

Dari pengakuan KM alias Ama Wilman bahwa barang haram tersebut dia dapatkan dari salah seorang oknum polisi. Selanjutnya, petugas berhasil mengamankan Briptu JAL di dekat simpang Meriam, Jalan Karet, Kelurahan Ilir, Gunungsitoli dan didapatkan satu bungkus klep sabu seberat 0,4 gram.

"Setelah kita amankan KM alias Ama Wilman, selanjutnya kita melakukan pengembangan dan mengamankan Briptu JAL alias Ucok Lubis yang sehari hari sebagai anggota Polri aktif yang bertugas di Mapolres Nias," sebut AKBP Faduhusi.

Saat diboyong ke Kantor BNN Gunungsitoli, Briptu JAL sempat melarikan diri dengan menggelabui petugas beralasan buang air seni. Namun usahanya gagal dan berhasil ditangkap kembali tidak jauh dari Kantor BNN.

"Briptu JAL ini sempat menggelabui petugas dengan beralasan buang air kecil, sesampai di pintu toilet, JAL lari ke arah jalan raya lalu dikejar dan berhasil kita tangkap tidak jauh dari Kantor BNN ini," katanya.

AKBP Faduhusi menjelaskan bahwa oknum polisi JAL berpangkat Briptu tersebut kerap keluar masuk penjara dan ini keempat kalinya ditangkap karena memakai sekaligus mengedarkan narkoba jenis sabu.

"Sudah tiga kali masuk penjara dan ini keempat kalinya Briptu JAL ditangkap karena memakai sekaligus mengedar narkoba," tuturnya.

Sementara, Wakapolres Nias Kompol Elizama Zalukhu membenarkan bahwa satu tersangka merupakan oknum polisi yang bertugas di Mapolres Nias dan beberapa bulan lalu selesai menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas II B Gunungsitoli karena kasus narkoba.

Wakapolres Nias mendukung penuh kegiatan BNN dalam pemberantasan Narkoba di wilayah Hukum Polres Nias terutama bagi oknum polisi yang terlibat.

"Kita sudah komitmen dan sepenuhnya kita mendukung langkah BNN Gunungsitoli dalam pemberantasan Narkoba di wilayah hukum Polres Nias terutama bagi oknum yang terlibat narkoba," tutur Kompol Elizama Zalukhu.

Dari pengakuan tersangka bahwa barang haram tersebut dia dapatkan dari salah seorang pengedar lainnya di kawasan Pelabuhan Angin Gunungsitoli dengan harga Rp500 Ribu per paket kecil untuk dipakai beberapa kali.

"Saya hanya pemakai saja dan satu bungkus itu tidak habis sekali pakai. Sabu itu saya beli dari teman pengedar di Pelabuhan Gunungsitoli," tutur Briptu JAL alias Ucok Lubis.

Menurut JAL, jaringan narkoba ini sudah memasuki di sejumlah daerah di Kepulauan Nias. "Jaringan pengedar ini sudah memasuki wilayah Nias Utara, Nias Barat dan Nias Selatan. Untuk inisialnya, tidak bisa saya sebutkan karena sudah saya sampaikan ke petugas," pungkas Briptu JAL alias Ucok Lubis.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
(kri)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak