alexametrics

Video Perkelahian Dua Siswi SMPN 2 Tanjungpinang Viral di Medsos

loading...
Video Perkelahian Dua Siswi SMPN 2 Tanjungpinang Viral di Medsos
Kepala Disdik Tanjungpinang Huzaifa Dadang Abdul Gani dan Kepala SMPN 2 Tanjungpinang Hariyana saat memberikan keterangan resmi di SMPN 2 Tanjungpinang. Okezone/Muhammad Bunga Ashab
A+ A-
TANJUNGPINANG - Rekaman video dua siswi SMPN 2 Tanjungpinang sedang berduel berdurasi 30 detik viral di media sosial (medsos), sehingga menghebohkan warga Tanjungpinang.

Beredarnya video perkelehian tersebut menjadi perhatian serius pihak SMPN 2 Tanjungpinang dan Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang. Sebab, telah mencoreng dunia pendidikan Tanjungpinang.

Informasi yang dihimpun, perkelahian itu terjadi pada 25 Agustus 2018 saat para siswa pulang sekolah. Perkelahian itu terjadi di luar sekolah, saat kedua siswi berkelahi ditonton dan direkam oleh teman-temannya.



Dua siswi yang terlibat perkelahian itu merupakan siswi kelas IX berinisial Ya dan Sr. Perkelahian itu dipicu karena adanya pemerasan terhadap siswa kelas VII. Kedua siswa terlibat percekcokan yang berujung perkelahian.

Kepala Disdik Tanjungpinang Huzaifa Dadang Abdul Gani mengatakan, setelah perkelahian itu videonya tersebar pada 26 Agustus 2018 malam. Mendapat kabar itu, pada 27 Agustus 2018 Kepala SMPN 2 Tanjungpinang Hariyana langsung memanggil dua siswi yang berkelahi bersama orangtua masing-masing untuk menyelasaikan masalahnya. Tidak hanya mereka saja, perekam dan penonton saat berkelahi semuanya sudah dipanggil pihak sekolah.

"Masalah ini sudah diselesaikan pada 27 Agustus 2018, tapi hari ini (Jumat) beredar lagi videonya," kata Dadang didampingi Hariyana di SMPN 2 Tanjungpinang, Jalan Kuantan Tanjungpinang, Jumat (31/8/2018).

Dadang menyayangkan adanya perkelahian dua siswi tersebut. Dengan kejadian ini mencoreng dunia pendidikan Tanjungpinang. Namun, saat ini masalahya sudah dapat diatasi. Semua siswi yang terlibat telah diberikan sanksi disiplin. Adapun sanksi yang diberikan adalah semua yang terlibat diisolasi (bukan berarti dipenjara). Pelajar tersebut belajar sendiri di kelas dengan pengawasan khusus oleh gurunya.

"Untuk yang berkelahi isolasinya selama sepekan, yang merekam lima hari, dan penonton tiga hari. Mereka belajar diberikan pengawasan dan pendidikan khusus," katanya.

Dadan mengimbau kepada masyarakat yang memiliki video tersebut supaya tidak lagi menyebarluaskan di medsos. Namun apabila masih ada ditemukan di lapangan ada yang menyebarkannya, pihaknya akan melaporkannya.

Dia mengimbau kepada semua pihak guru, kepala sekolah, dan semua sekolah di Tanjungpinang agar meningkatkat pengawasan dan pendidikan karakter anak didik. Kemudian meningkatkan kerjasama dan komunikasi intens dengan orangtua siswa.

"Kita berharap semua masyarakat dan pelajar dapat pembelajaran dengan kejadian ini. Bagi yang memiliki videonya supaya tidak lagi disebarluaskan karena akan ada sanksinya," kata Dadang.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi sudah mendengar kabar perkelahian siswi tersebut. Dia menuturkan, perkelahian itu tidak dibenarkan atau melanggar hukum. Dia menyampaikan pihaknya akan mengkoordinasikan dengan pihak sekolah dan Disdik Tanjungpinang agar tidak terulang lagi kejadian yang sama.

Menurut dia, anak-anak tersebut masih butuh bimbingan dan pengawasan bersama. "Kita sudah dengar kejadiannya dan sangat disayangkan sekali. Kita akan kordinasikan dengan pihak sekolah supaya masalahnya diselesaikan," kata Ucok.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak