alexametrics

Forkom Koperasi Besar Indonesia Salurkan Bantuan untuk Lombok

loading...
Forkom Koperasi Besar Indonesia Salurkan Bantuan untuk Lombok
Forkom Koperasi Besar Indonesia seusai memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok, NTB, Kamis (30/8/2018). Foto/Istimewa
A+ A-
LOMBOK - Forum Komunikasi (Forkom) Koperasi Besar Indonesia memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok, NTB, Kamis (30/8/2018). Bantuan sebesar Rp777 juta dengan rincian uang cash Rp500 juta, sisanya berupa tenda, selimut, dan mainan anak-anak.

Bupati Lombok Utara Mazmul Akhyar disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi menerima cek senilai Rp500 juta dari koordinator Forum Koperasi Besar Indonesia, Irsyad Muchtar.

“Kami dari koperasi-koperasi besar di Indonesia berkumpul dan ikut bersimpati atas musibah gempa di Lombok. Dari informasi media dan tim kami, korban terparah di Lombok Utara. Karena itu bantuan kami serahkan ke Lombok Utara,” ujar Irsyad.



Koperasi besar ialah kriteria yang masuk sesuai Permenkop Nomor 7/2011 yang memiliki aset minimal Rp10 miliar, omzet Rp50 miliar per tahun dan anggota lebih dari 1.000 orang.

Koperasi besar yang hadir yakni Ketua Pengurus Koperasi Sejahtera Bersama Iwan Setiawan, Ketua Pengurus Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid, Ketua Pengurus Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Kamaruddin Batubara, dan Ketua Koperasi Awak Garuda Rimon BS.

Pada kesempatan itu TGB meminta Bupati Lombok Utara Mazmul Akhyar agar menjaga amanah bantuan dari Forkom Koperasi Besar Indonesia. “Dari mana pun bantuan untuk membangun kembali Lombok adalah amanah yang harus dijaga dengan baik,” katanya.

Seusai acara seremonial, rombongan Forkom Koperasi Besar Indonesia, mengunjungi beberapa pos pengungsi di Lombok Utara. Di sini rombongan menyerahkan bantuan mainan untuk anak-anak pengungsi, sandal, dan keperluan sekolah.
(rhs)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak