alexametrics

Baru Dilantik, Nama Pj Gubernur Jateng Dicatut untuk Penipuan

loading...
Baru Dilantik, Nama Pj Gubernur Jateng Dicatut untuk Penipuan
Syarifudin saat dilantik menjadi Pj GUbernur Jateng oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/8/2018). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
A+ A-
SEMARANG - Belum genap sepekan dilantik, nama Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Syarifuddin sudah dicatut untuk tindak penipuan. Aksi tak bertanggung jawab tersebut dilakukan oleh oknum atau lembaga yang mengatasnamakan Syarifuddin dengan meminta dukungan fasilitas dan operasional kepada jajaran SKPD dan pihak lain.

Seperti diketahui, Syarifuddin yang merupakan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri dilantik sebagai Pj Gubernur Jateng oleh Mendagri Tjajo Kumolo di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kamis (23/8/2018). Syarifuddin dilantik untuk mengisi kekosongan kursi Jateng 1 karena Ganjar Pranowo memasuki purnabakti dan baru akan dilantik sebagai Gubernur Jateng untuk periode 2018-2023 pada 17 September 2018.

Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono mengungkapkan bahwa, seusai pelantikan Penjabat Gubernur Jateng telah beredar pesan melalui WhatsApp (WA) dari nomor 082246982277 yang mengatasnamakan Pj Gubernur Jawa Tengah. Dia menambahkan, pengguna nomor WA itu menggunakan foto Syarifuddin lengkap dengan pakaian dinas upacara jas putih, seperti yang dikenakan saat pelantikan Penjabat Gubernur Jateng.

"Pada awal percakapan, oknum tersebut memperkenalkan diri sebagai penjabat gubernur. Selanjutnya, dia menyampaikan permintaan dukungan fasilitas dan operasional untuk kegiatannya sebagai Pj gubernur," ungkap Sri Puryono di Semarang, Selasa (28/8/2018).

"Kalimat awalnya, 'Ass…ini nmr WA bpk gubernur. Pak Syarifuddin'. Kemudian dia mengatakan, 'masih di kantor skrg'. Setelah ada respons dari orang yang dihubungi, oknum itu langsung mengutarakan maksudnya untuk meminta dukungan fasilitas dan operasional," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pj gubernur Jateng sudah menegaskan pesan tersebut tidak benar dan merupakan upaya tindak penipuan. Karena itu, pihaknya mengimbau jajaran SKPD, stakeholder, maupun masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap adanya pesan yang mengatasnamakan Pj gubernur dan meminta uang dan sebagainya. "Untuk mendukung pelaksanaan tugas selaku Penjabat Gubernur Jawa Tengah, fasilitas dan dukungan operasional secara normatif telah diatur dalam perundangan yang berlaku," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak