alexametrics

Ibu-Ibu Agam dan Bukit Tinggi Masak 1 Ton Rendang untuk Bantu Korban Gempa Lombok

loading...
Ibu-Ibu Agam dan Bukit Tinggi Masak 1 Ton Rendang untuk Bantu Korban Gempa Lombok
Sejumlah ibu dari Kabupaten Agam dan Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, memasak satu ton rendang untuk diberikan kepada korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).iNewsTV/Wahyu Sikumbang
A+ A-
BUKIT TINGGI - Para ibu dari Kabupaten Agam dan Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, memasak satu ton rendang untuk diberikan kepada korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rendang ini berasal dari daging kurban sumbangan masyarakat di Kabupaten Agam dan Bukit Tinggi saat Hari Raya Idul Adha.

Para ibu PKK di Jorong Galuang, Nagari Sungaipua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memasak satu ton rendang untuk dikirimkan ke korban gempa di Lombok, NTB. Aksi sosial ini berlangsung selama tiga hari sejak Jumat 24 Agustus 2018 hingga Senin 27 Agustus 2018, kerja sama antara warga dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukit Tinggi.

Kepala Markas PMI Kota Bukit Tinggi Ahmad Jais mengatakan, masakan rendang ini berasal dari daging kurban sumbangan dari masyarakat di Kota Bukit Tinggi dan Kabupaten Agam. Proses memasak rendang dimulai beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Adha.



“Warga antusias untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Selain ikut menyumbang daging, warga juga menyumbang tenaga untuk memasak dan membuat bumbu,” katanya, Selasa (28/8/2018).

Ahmad Jais menambahkan, dalam dua hari, sebanyak 700 kilogram (Kg) daging dan 3.000 butir kelapa berhasil terkumpul. Untuk menambah citra rasa, rendang dicampur dengan ubi singkong. Pengiriman satu ton rendang ini melalui jalur darat, dengan target sampai di Lombok dalam lima hari.

“Dengan 700 kilogram daging, hasilnya bisa jadi 1 ton rendang. Kita kemas, satu pak isinya 20 kilogram dan distribusikan semua ke korban gempa Lombok. Mudah-mudahan masakan asli Minangkabau ini bisa dirasakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah gempa di Lombok,” ujarnya.

Ahmad Jais menuturkan, para ibu PKK Jorong Galuang sudah terbiasa membuat rendang yang dipesan jamaah haji. Rendang ini kemudian dikemas dan bisa bertahan satu sampai dua bulan. “Bantuan pangan berupa olahan rendang, makanan terlezat di dunia ini, diharapkan dapat memperbaiki gizi para korban gempa Lombok di pengungsian,” tuturnya.

Makanan rendang sengaja dijadikan sebagai bantuan untuk korban gempa Lombok. Selain rasanya yang lezat dan bergizi tinggi, makanan ini juga siap saji dan tahan lama.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak