Mako Brimob Polda Jatim Tak Miliki Gudang Standar Penyimpanan Bahan Peledak, Pengamat: Agak Mengherankan
Senin, 04 Maret 2024 - 14:25 WIB
loading...
Pengamat Militer ISESS, Khairul Fahmi angkat bicara terkait peristiwa ledakan di Mako Brimob Polda Jatim di Jalan Raya Gresik No 39 Surabaya, Senin (4/3/2024). Foto/SINDONEWS TV
A
A
A
SURABAYA - Pengamat Militer ISESS, Khairul Fahmi angkat bicara terkait peristiwa ledakan di Mako Brimob Polda Jatim tepatnya di Kantor Subdensi Pom Detasemen I Polda Jatim, Jalan Raya Gresik No 39 Surabaya, Senin (4/3/2024).
Fahmi mengatakan, dirinya turut prihatian atas insiden tersebut. Terlebih, terjadi di lokasi paling aman dalam konteks penyimpanan bahan peledak.
Baca juga: 2 Personel Dilarikan ke RS Bhayangkara, Diduga Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
"Pertama kita prihatin atas kejadian ini yang mestinya ini lokasi paling aman dalam konteks penyimpanan bahan peledak yang hendak disingkirkan dan dimusnahkan malah terjadi kejadian ledakan seperti ini," ucap Fahmi kepada iNews Media Group.
Menurut Fahmi, gudang yang disebut Kapolda Jawa Timur belum memenuhi standardisasi ini harus menjadi catatan penting pihak kepolisian. Mengingat, Brimob Polda Jatim sendiri bukanlah satuan yang sudah lama berdiri.
"Brimob Polda Jatim ini bukan satuan baru, ini satuannya sudah aktif cukup lama lebih dari 10 tahun jadi agak mengherankan juga gudangnya ternyata diakui belum memenuhi standar dan kesannya tidak menjadi prioritas padahal kan ini satuan yang sangat penting dalam hal penanganan bahan peledak," tuturnya.
Catatan lainnya, lanjut Fahmi, yakni lokasi gudang yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Fahmi mengatakan, dirinya turut prihatian atas insiden tersebut. Terlebih, terjadi di lokasi paling aman dalam konteks penyimpanan bahan peledak.
Baca juga: 2 Personel Dilarikan ke RS Bhayangkara, Diduga Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
"Pertama kita prihatin atas kejadian ini yang mestinya ini lokasi paling aman dalam konteks penyimpanan bahan peledak yang hendak disingkirkan dan dimusnahkan malah terjadi kejadian ledakan seperti ini," ucap Fahmi kepada iNews Media Group.
Menurut Fahmi, gudang yang disebut Kapolda Jawa Timur belum memenuhi standardisasi ini harus menjadi catatan penting pihak kepolisian. Mengingat, Brimob Polda Jatim sendiri bukanlah satuan yang sudah lama berdiri.
"Brimob Polda Jatim ini bukan satuan baru, ini satuannya sudah aktif cukup lama lebih dari 10 tahun jadi agak mengherankan juga gudangnya ternyata diakui belum memenuhi standar dan kesannya tidak menjadi prioritas padahal kan ini satuan yang sangat penting dalam hal penanganan bahan peledak," tuturnya.
Catatan lainnya, lanjut Fahmi, yakni lokasi gudang yang berdekatan dengan pemukiman warga.
Lihat Juga :