alexametrics

Viral! Janda Paruh Baya Diikat Paksa dan Jadi Bahan Tontonan

loading...
Viral! Janda Paruh Baya Diikat Paksa dan Jadi Bahan Tontonan
Seorang janda paruh baya di Nias Utara, Sumatera Utara diikat secara paksa oleh sekelompok orang di halaman rumah warga. Foto/Iman Lase
A+ A-
NIAS UTARA - Seorang janda paruh baya di Nias Utara, Sumatera Utara diikat secara paksa oleh sekelompok orang di halaman rumah warga di Desa Sifaoroasi, Kecamatan Afulu. Perempuan ini pun menjadi bahan tertawaan dan tontonan warga setempat.

Dalam video amatir berdurasi 09 menit 19 Detik yang diunggah akun media sosial facebook Fransiskus Nazara sudah dibagikan lebih seribu kali dengan berbagai kecaman nitizen.

Pada video tampak seorang wanita yang diketahui berstatus janda bernama Kasiani Zebua (40) Warga Desa Hiligawoni, Kec. Alasa, Kabupaten Nias Utara tersebut dipegangi dua orang pria dan menjatuhkan korban ke tanah. Sementara satu orang lainnya berperan mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan kain selendang.

Wanita tersebut hanya bisa meraung-raung usai diikat tanpa ditolong warga justru dijadikan tontonan dan bahan ejekan. Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan secara bersama-sama tersebut kini tengah ditangani Kepolisian Resort Nias dan masih proses penyelidikan.

"Benar, kita sudah terima laporan Kasiani Zebua yang merupakan korban penganiayaan dan hal ini merupakan atensi kita," Ujar AKP Jonista Tarigan, Kasat Reskrim Polres Nias. Selasa (21/08/2018).

Kata Kasat, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan terhadap lima orang saksi mata sebagaimana dilaporkan korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Sebelum kita tetapkan tersangka maka kita panggil dulu para saksi dan akan hadir pada Jumat mendatang," sebutnya.

Hingga kini, polisi belum membeberkan motif dan kronologis kejadian tersebut. "Nanti kita sampaikan setelah pemeriksaan para saksi," tandasnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak