alexametrics

Kabupaten Tapanuli Utara Menuju Bebas Pasung

loading...
Kabupaten Tapanuli Utara Menuju Bebas Pasung
A+ A-
KABUPATEN Tapanuli Utara (Taput) berada di posisi tengah dataran tinggi Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang dikenal dengan kesuburan tanah dan keindahan alamnya, Danau Toba, di Kecamatan Muara.

Selain membenahi infrastruktur interkoneksi hingga ke desa dan mendongkrak perekonomian masyarakat petani, kini Bupati Taput Drs Nikson Nababan terpanggil untuk berinovasi. Yakni, menjadikan Tano Batak Bebas Pasung Tahun 2019.

“Visi misi saya,salah satunya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, Bebas Pasung ini murni panggilan hati saya, rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial kami untuk sesama,” kata Bupati Nikson Nababan di sela-sela kunjungannya meninjau Rumah Singgah/Rumah Sehat Jiwa, di Jalan Siliwangi, Kecamatan Pangaribuan.

Wacana membangun gedung Rumah Singgah bagi penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sudah ada sejak tahun 2017, tatkala politisi PDI Perjuangan ini turun ke desa-desa. Kehadiran Nikson di tengah-tengah masyarakat selain menyerap aspirasi dan kebutuhan warganya, sekaligus meninjau program-program yang sudah dikucurkan pemerintah.



“Ketika saya turun ke desa-desa, hati ini terasa perih melihat beberapa masyarakat terkucilkan dan dipasung karena menderita gangguan jiwa. Ada pun yang menjadi korban bukan saja ODGJ, namun keluarganya pun merasa susah, terbebani dan terkucilkan dari lingkungan,” kata Nikson.

Nikson prihatin mendengar berbagai stigmatisasi dan diskriminasi oleh anggota masyarakat terhadap penderita ODGJ. Antara lain dikuclikan hingga ditelantarkan oleh keluarga, bahkan dipasung, dandirampas harta kebebasannya. Nikson mengimbau jajaran Dinas Kesehatan guna melakukan langkah-langkah konkret.

Yakni Stop ODGJ dengan melakukan bebas pasung, memberikan pelayanan kesehatan terhadap ODGJ, melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa, meminimalisasi faktor risiko masalah kesehatan jiwa, danmencegah timbulnya dampak psikososial.

Untuk menyikapi masalah masyarakat masuk kategori ODGJ, Kabupaten Taput menerapkan sistem pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan di masyarakat, menyediakan sarana, prasarana, dan sumberdaya yang diperlukan bagi pasien ODGJ.

Termasuk obat, alat kesehatan, dan tenaga kesehatan dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan upaya preventif dan promotif, deteksi dini gangguan jiwa dan melakukan upaya rehabilitasi serta reintegrasi OGDJ ke masyarakat. Upaya lain yang tidak kalah pentingnya, sambung Nikson adalah pemberdayaan ODGJ, yang bertujuan agar dapat hidup mandiri, produktif, dan percaya diri di tengah masyarakat, bebas dari stigma, diskriminasi atau rasa takut, malu serta ragu-ragu.

“Upaya dan kerja keras ini ini diperlukan dukungan kepedulian pemerintah, keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” katadia. Nikson berharap seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa terbaik kepada masyarakat.

“Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap siapa pun juga harus dihapuskan dari Tano Batak, karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan berdampak pada munculnya berbagai masalah sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Nikson.

Berangkat dari temuan ini, Nikson membawa persoalan ODGJ menjadi tanggungjawab pemerintah, termasuk DPRD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan masyarakat Taput. Semua pihak harus terlibatuntuk melakukan pendataan penderita ODGJ hingga mulai dari kecamatan, kelurahan, desa hingga tingkat dusun.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak