alexametrics

2 Anggota TNI Gugur Dihadang OPM, Kodam Siagakan Raider

loading...
2 Anggota TNI Gugur Dihadang OPM, Kodam Siagakan Raider
Pasukan Yonif Raider 756/WMS yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan Kolaksops Rem 172/PWY. Foto Ist
A+ A-
JAYAPURA - Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih langsung menyiagakan Satuan Raider menyusul gugurnya dua anggota Satgas Pamrahwan Letda Inf Amran Blegur dan Pratu Fredi, di Puncak Jaya Papua. Keduanya gugur dengan luka tembak dan panah dihadang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata/OPM di Tingginambut Puncak Jaya, Papua saat hendak membagikan makanan bagi sejumlah siswa di Kp Tingginambut, Minggu 19 Agustus kemarin.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, sesuai arahan Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI George E Supit pasukan Satgas Pamrahwan dari Satuan Yonif Raider 756 danYonif Raider 751/Vira Jaya Sakti yang bertugas di Puncak Jaya disiagakan.

"Kedua Pasukan ini berkualifikasi Raider yang bertugas di Pos Pamrahwan. Kita Siagakan untuk menyekat daerah rawan sekaligus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata yang melakukan penembakan terhadap kedua anggota Satgas Pamrahwan di Pos Tingginambut," kata Letkol Inf Dax Sianturi kepada SINDOnews, Senin (20/8/2018).
 
Namun menurut Letkol Inf Dax Sianturi, Kodam tidak akan menambah jumlah personelnya untuk melakukan pengejaran terhadap KKSB yang melakukan penembakan kedua anggota Satgas Pamrahwan di Pos Tingginambut tersebut.

"Cukup pasukan yang ada di Pos Pamrahwan kita siagakan untuk melakukan penyekatan dan pengejaran terhadap KKSB yang melakukan pembunuhan tersebut," timpal Wakapendam.



Sementara Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E Supit menyatakan, secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif walaupun ada penembakan yang menyebabkan gugurnya dua personel Pos Pamrahwan di Tingginambut.

"Insiden yang terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Mereka tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri. Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua," kata Pangdam.

Tindakan teror yang dilakukan TPNPB/OPM, kata Pangdam, jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia

"Kodam XVII/Cenderawasih, tetap selalu mengedepankan upaya persuasif untuk mengajak anggota TPNPB/OPM untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua.
Kodam XVII/Cenderawasih mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandas Pangdam.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak