alexametrics

Antisipasi Teror Bom, Upacara HUT Kemerdekaan RI Dijaga Ketat

loading...
Antisipasi Teror Bom, Upacara HUT Kemerdekaan RI Dijaga Ketat
Petugas bersenjata lengkap mengamankan lokasi upacara bendera di Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (17/8/2018). FOTO/iNews/SIGIT DZAKWAN
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Pengamanan ketat dilakukan saat pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus 2018 di halaman Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (17/8/2018). Hal ini dilakukan pascapenangkapan teroris di Palangkaraya, Senin (13/8/2018) lalu.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengungkapkan ada lima daerah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diduga akan menjadi target teroris pada saat upacara 17 Agustus 2018. Dugaan tersebut berdasarkan hasil interogasi terduga teroris LD yang ditangkap tim densus di Palangka Raya.

"Terkait isu teror di Pangkalan Bun kami sudah berkoordinasi dengan TNI dan melibatkan Babinsa Babinkamtibmas serta kades untuk saling memberi informasi terkait gangguan keamanan. Sejauh ini Kobar masih kondusif dan saat ini kita terus berkoordinasi dengan Polda Kalteng," kata Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Arie Sandy ZS seusai upacara.



Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dedi Prasetyo sebelumnya menjelaskan, kelima daerah yang menjadi target pengeboman teroris adalah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat; Kotawaringin Timur; Katingan; Pulang Pisau; dan Kota Palangkaraya. "Tidak menutup kemungkinan sasarannya di beberapa daerah itu. Ini masih didalami. Beri waktu selama tujuh hari untuk mendalami kasus terduga teroris berinisial LD yang telah ditangkap," kata Dedi, Rabu (15/8/2018).

Polisi masih terus mengembangkan kasus penangkapan terduga teroris itu. LD diduga kuat pernah berkomunikasi dengan narapidana teroris yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palangkaraya.

Dedi mengatakan, dugaan tersebut karena yang bersangkutan pernah bekerja sebagai sipir di lapas itu. "Status LD sampai saat ini masih terperiksa sebagai terduga teroris, karena untuk menetapkan tersangka terhadap terduga teroris diberikan waktu selama 7X24 jam," ujarnya.

Perwira bintang satu yang akan menjabat Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri itu menyebut, sampai sekarang baru LD yang ditahan di Mapolda Kalteng. Sedangkan untuk istri dan tiga orang anaknya tidak terdoktrin faham radikalisme seperti LD.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak