Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Cenderung Meningkat
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 07:34 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan meski sepekan terkahir positivity rate meningkat 8,7% tetapi jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7%. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tingkat temuan kasus positif baru atau positivity rate COVID-19 di DKI Jakarta cenderung meningkat selama sepekan terakhir, yaitu di angka 8,7%. Adapun standar positivity rate dari WHO untuk dinyatakan aman dan terkendali adalah 5%.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan meski sepekan terkahir positivity rate meningkat 8,7% tetapi jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7%. Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas testing agar memutus mata rantai penularan, sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif apalagi yang tanpa gejala dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut. (Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden, Arus Lalu Lintas di Depan Gedung DPR Dialihkan)
Dia berharap fasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit sebagai benteng pertahanan terakhir dapat bertahan dalam perjuangan menghadapi pandemi COVID-19 di Jakarta. Selama 2 pekan terakhir, kata Anies, terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65% sudah terisi saat ini.
Begitupun dengan ruang ICU yang telah disiapkan 483 tempat tidur, kini 67% sudah terisi dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Angka itu semuanya bergerak dalam satu bulan dari kisaran 40-50% di bulan Juli.
Tren peningkatan ini perlu ditangani bersama, tidak hanya oleh pemerintah. Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Lab dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya bukan sekadar fasilitas bangunan benda mati. Di dalamnya ada tenaga kesehatan yang saat ini merasakan beban yang tidak sederhana.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan meski sepekan terkahir positivity rate meningkat 8,7% tetapi jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7%. Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas testing agar memutus mata rantai penularan, sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif apalagi yang tanpa gejala dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut. (Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden, Arus Lalu Lintas di Depan Gedung DPR Dialihkan)
Dia berharap fasilitas kesehatan khususnya di Rumah Sakit sebagai benteng pertahanan terakhir dapat bertahan dalam perjuangan menghadapi pandemi COVID-19 di Jakarta. Selama 2 pekan terakhir, kata Anies, terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65% sudah terisi saat ini.
Begitupun dengan ruang ICU yang telah disiapkan 483 tempat tidur, kini 67% sudah terisi dengan pasien terkonfirmasi COVID-19. Angka itu semuanya bergerak dalam satu bulan dari kisaran 40-50% di bulan Juli.
Tren peningkatan ini perlu ditangani bersama, tidak hanya oleh pemerintah. Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Lab dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya bukan sekadar fasilitas bangunan benda mati. Di dalamnya ada tenaga kesehatan yang saat ini merasakan beban yang tidak sederhana.
Lihat Juga :