alexametrics

Sebulan Jualan Bendera di Pangkalan Bun, Pedagang Asal Garut Raih Omzet Rp150 Juta

loading...
Sebulan Jualan Bendera di Pangkalan Bun, Pedagang Asal Garut Raih Omzet Rp150 Juta
Adi (41) warga Garut, Jawa Barat, menjual bendera merah putih di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. iNewsTV/Sigit Dzakwan
A+ A-
PANGKALAN BUN - Eforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia membuat pedagang bendera merah putih dan ornamen lainnya kebanjiran rezeki. Puluhan lapak di pinggir jalan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, diramaikan pedagang bendera musiman.

Mayoritas pedagang berasal dari Pulau Jawa. Seperti yang terpantau di sebuah teras rumah di Jalan Hasanuddin Pangkalan Bun atau tepat di perempatan Sampuraga Lama. Seorang penjual bernama Adi (41) warga Garut, Jawa Barat yang sudah satu bulan di Pangkalan Bun berjualan bendera merah putih berbagai ukuran. Fantastis omzetnya selama satu bulan mencapai Rp150 juta.

“Saya berjualan di sini sejak 15 Juli lalu bersama delapan temannya. Kebetulan ini rumah saudara dan terasnya saya pakai untuk jualan. Ada 9 titik lokasi jualan di Pangkalan Bun, kita bagi tugas saja,” ujar Adi yang lahir pada 17 Agustus 1976 ini saat ditemui MNC Media, Rabu (15/8/2018).



Dia mengatakan, penjualan bendera di Pulau Kalimantan sangat bagus jika dibanding di Pulau Jawa. Oleh karena itu setiap menjelang perayaan HUT RI itu pedagang asal Pulau Jawa mencari rezeki di Pulau Kalimantan.

“Kalau saya baru satu kali ini jualan di Pangkalan Bun. Lebih mudah jualan bendera di sini, warganya sangat ramah dan mencintai Indonesia. Rasa nasionalismenya sangat tinggi bahkan jarang menawar,” selorohnya.

Dia menambahkan, dalam sehari rata-rata mendapatkan omzet Rp5 juta sampaj Rp7 juta dari 9 titik jualan. Harga bervariasi mulai Rp10.000 hingga Rp100.000. Yang dijual mulai bendera merah putih kecil, sedang hingga besar, umbul umbul warna warni dan sejumlah ornamen 17 Agustusan lainnya.

“Ini semua barang ada yang punya, bos di Garut, kalau kita hanya menjual saja. Tanggal 17 Agustus nanti kita balik ke Garut naik Kapal,” tutupnya dengan muka tersenyum.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak