alexametrics

Dinas Peternakan Kobar Bentuk Asosiasi untuk Jaga Stabilitas Harga Telur

loading...
Dinas Peternakan Kobar Bentuk Asosiasi untuk Jaga Stabilitas Harga Telur
Puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, membentuk asosiasi untuk mewujudkan kesejahteraan peternak dan memiliki peran menjaga stabilitas harga telur. Dok/SINDOnews
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, membentuk asosiasi untuk mewujudkan kesejahteraan peternak dan memiliki peran menjaga stabilitas harga telur. Asosiasi tersebut dibentuk saat rapat koordinasi di aula Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kobar, Rabu 8 Agustus 2018.

Kabid SDM, Kelembagaan, dan Pascapanen Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kobar, M Rubiansyah mengatakan, selain pembentukan asosiasi, dalam rakor itu juga mendata perkembangan populasi dan menggali masalah serta mencari solusinya. "Asosiasi ini sebagai wadah peternak bersama-sama mengembangkan usaha dan mewujudkan kesejahteraan peternak," ujar Rubiansyah, Senin (13/8/2018).

Dia menuturkan, peternak yang terdata baru mencapai 20 orang dengan populasi mencapai 120.000. Dengan populasi tersebut, diperkirakan bisa memasok telur untuk kebutuhan masyarakat sekitar 18-20% per hari.

"Potensi masih sangat besar, karena permintaan masih sangat tinggi. Kita masih tergantung dari luar daerah, sehingga harga sering fluktuatif.”

Rubiansyah berharap, melalui asosiasi, masalah yang sering dihadapi peternak akan dibahas bersama, seperti membeli pakan dan bibit/pullet yang berkualitas secara bersama, termasuk harga jual. "Rencananya asosiasi peternak akan memfasilitasi pakan dan bibit untuk stabilitas harga, agar tidak dipermainkan pedagang. Karena harga telur nanti ada perhitungan dan akan ada harga kesepahaman yang ditetapkan bersama,” katanya.

Menurut dia, bisnis telur masih terbuka lebar. Karena itu, koperasi, BUMDes, dan perorangan yang berminat didorong untuk mengembangkannya. Pihaknya siapa melakukan pendampingan. "Produk lokal harga lebih bersaing, karena biaya transportasi sudah tidak dihitung,” pungkasnya.
(wib)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak