alexametrics

17 Kg Sabu Dikemas dalam Teh China, Dua Pengedar Ditembak Mati

loading...
17 Kg Sabu Dikemas dalam Teh China, Dua Pengedar Ditembak Mati
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol John Turman Panjaitan saat konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan 17 kg sabu dalam bungkus teh China di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/8/2018). FOTO/SINDOnews/BERLI ZULKANEDY
A+ A-
PALEMBANG - Sepekan menjelang HUT ke-72 Republik Indonesia serta pembukaan Asian Games 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan mengamankan 17 kilogram sabu serta lima pengedar di salah satu penginapan di Kota Palembang. Dua dari lima tersangka ditembak mati karena melawan dan berusaha kabur saat pengembangan kasus.

Komplotan pengedar sabu ini ditangkap, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang magrib. Kelima tersangka yang hidup berinisial SU (38), warga Padang Tualang, Sumatera Utara; SY (47), warga Riau, dan HI (21), warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumsel. Sementara yang ditembak mati yakni ER (38), warga Padang Tualang, Sumut dan GI (23), warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol John Turman Panjaitan mengatakan, 17 paket besar sabu-sabu yang diamankan dikemas dalam bungkus teh China. Adapun penangkapan berawal masuknya informasi mengenai transaksi narkoba dalam jumlah besar. Berbekal informasi tersebut petugas melakukan pengintaian hingga dilakukan penangkapan."Sabu 17 kg ini dibawa dari Sumut kemudian Pekanbaru lalu Kota Palembang bertemu GI dan IL," katanya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/8/2018).

Saat pemeriksaan dan pengembangan, GI mengaku mendapatkan perintah dari saudara kandungnya yang sedang menjalani masa tahanan di salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas). Untuk itu, BNNP Sumsel sedang melakukan pengembangan terkait keterlibatan seorang napi yang mengendalikan narkoba dari dalam tahanan.

"Sebelum berusaha kabur akhirnya ditembak, GI mengaku mendapatkan perintah dari seorang napi. Ini yang segera kita koordinasikan dengan pihak lapas," katanya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak