alexametrics

Lesung Kuno Ditemukan Warga saat Membuat Jalan

loading...
Lesung Kuno Ditemukan Warga saat Membuat Jalan
Batuan yang mirip alat penumbuk padi kuno (lesung) ditemukan di area ladang di Desa Karangasem, Paliyan, Gunungkidul. Foto SINDOnews/Suharjono
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Warga Dusun Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul mendadak heboh. Ini lantaran penemuan batuan mirip alat penumbuk padi kuno saat warga kerja bakti untuk membangun jalan di area ladang setempat. Temuan batuan yang diduga bersejarah tersebut pun mukai viral di media sosial.

Aktivis Komunitas Sadar Sejarah di Paliyan Manahati Dwi Arinto mengatakan,  batu tersebut pertama kali ditemukan saat pekerja mencoba mengeruk tanah ladang untuk membuat jalan. Rencana area ladang mau dibangun jalan setapak untuk mempermudah akses warga.

"Saat mengeruk tanah menggunakan backhoe itulah ditemukan batu ini yang bentuknya kotak dan lubang bulat di tengah ada bagian lain yang panjang. Sepertinya dua ini namun terpecah-pecah jadi enam bagian,” ungkapnya, Kamis (9/8/2018).

Dengan temuan tersebut, para warga bertanya tanya. Bahkan batuan tersebut sempat menyulitkan alat  berat yang tiba tiba tidak bergerak. Namun kemudian backhoe bisa memindahkan batu tersebut. "Karena takut ini batuan purbakala, maka upaya pengerukan tanah dihentikan," ucapnya.



Pihaknya kemudian melaporkan penemuan ini ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. "Pihak kepolisian juga susah datang sekarang benda-benda batuan tersebut dijaga warga," tandasnya.

Pemilik lahan Harjo Winoto (70) menuturkan, batu - batuan tersebut sudah ada semenjak dia kecil, dan ditemukan oleh ayahnya. “Dulu dianggapnya hanya batu biasa. Kalau memang itu benda purbakala mudah mudahan segera ada penanganan," timpalnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu penelitian lebih lanjut dari BPCB Yogyakarta. 
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak