alexametrics

Anak Kesayangan Jatuh Didorong, Bapak Bacok Menantu

loading...
Anak Kesayangan Jatuh Didorong, Bapak Bacok Menantu
Seorang mertua di Gunungkidul, DIY nekat membacok menantunya karena marah mendorong anaknya hingga tersungkur. FOTO/ILUSTRASI/SINDOnews
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Seorang pria paruh baya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berinisial SM (55) nekat membacok menantunya, Dav (28), Rabu (8/8/2018). SM naik pitam lantaran Dav mendorong istrinya, yang tak lain anak kandung SM, hingga tersungkur.

Informasi yang berhasil dihimpun SINDOnews menyebutkan, peristiwa ini berawal dari cekcok antara Dav dan istrinya. Lantaran tidak ada yang mau mengalah, Dav memutuskan keluar rumah sambil mendorong istrinya hingga tersungkur.

SM yang melihat anak perempuannya dibiarkan tersungkur, naik pitam. Dia mengambil parang dan langsung menebaskannya ke tubuh menantunya. Dav lalu menangkis tebasan parang itu dengan tangan kanan.

Suasana pun menjadi heboh dan mengundang tetangga berdatangan. Ketegangan berhasil diredakan. Oleh tetangga Dav segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Babinkamtibmas Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Aipda Agung membenarkan peristiwa pembacokan tersebut. Menurut Agung, setelah mendapat laporan dia langsung menuju lokasi kejadian untuk menenangkan keadaan. "Korban yang mengalami luka kemudian dibawa ke RSUD Wonosari. Sedangkan pelaku diamankan ke Mapolres Gunungkidul," katanya, Rabu (08/08/2018).

Kendati demikian kasus pembacokan ini tak sampai berujung proses hukum. Pelaku maupun korban sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan atas kesalahpahaman yang terjadi.

Dav sebagai korban juga menolak untuk melaporkan mertuanya atas kejadian yang menimpanya tersebut. "Mereka damai, pelaku mengaku sangat menyesali perbuatannya itu. Surat pernyataan sudah dibuat," katanya. 
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak