alexametrics

Teliti Gempa Besar, Tim Ahli ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok

loading...
Teliti Gempa Besar, Tim Ahli ITB Pasang 13 Seismometer di Lombok
Tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang alat pemanatau gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat/Foto Ist
A+ A-
LOMBOK - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penelitian terkait gempa besar yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengerahkan tim peneliti dan memasang 13 seismometer. Ketua Kelompok Keahlian (KK) Geofisika Global Nanang T Puspito mengatakan, satu hari setelah Gempa Lombok pihaknya langsung membentuk tim yang terdiri dari para ilmuwan geofisika. Di antaranya Andri Dian Nugraha, Zulfakriza, Yayan M Husni, Pepen Supendi,  dan Muzli (BMKG).

Mereka, kata dia, akan memasang seismometer untuk memantau gempa susulan setelah gempa magnitudo 6.4 yang terjadi di Lombok bagian utara.



"Sampai dengan kemarin (7/8/2018), sudah 13 Seismometer yang terpasang," ujar Nanang dalam siaran persnya, Rabu (8/8/2018).

Tujuh seismometer merupakan hasil kerjasama ITB dan Earth Observatorium of Singapore (EOS). Pemasangan seismometer ini tersebar di Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Utara.

Menurut dia, monitoring gempa susulan Gempa Lombok akan dilakukan selama satu bulan. Harapannya, selama satu bulan, tujuh seismometer yang ditempatkan dapat merekam gempa-gempa susulan untuk kepentingan analisis potensi gempa ke depan.

Rekaman gempa susulan termasuk gempa pada 5 Agustus 2018 yang diperkirakan sebagai gempa utama dapat menjadi pemahaman baru terkait sumber dan mekanisme kejadian Gempa Lombok 2018.

Selain melakukan pemasangan seismometer, tim juga melakukan koordinasi dengan BMKG Mataram dan BPBD Lombok Utara dan Pos Pengamatan Gunung Rinjani. Beberapa dosen dari KK Geodesi juga telah berada di Pos Rinjani untuk melakukan mitigasi dan observasi bencana.

Dalam jangka pendek tim satgas ITB ini akan mengirimkan tim untuk melakukan assessment kelayakan bangunan publik, membantu dalam pengiriman bantuan pokok makanan, obat-obatan, selimut dan lain-lain bekerjasama dengan IA-ITB.

Selanjutnya tim akan melaksanakan program penyediaan fasilitas air minum, serta mempelajari potensi bencana ke depan serta menganalisa gempa susulan dan longsoran.

Untuk jangka menengah (tahap rehabilitasi-rekonstruksi), ITB akan memperkenalkan teknologi bangunan dengan struktur bambu yang dikembangkan oleh KK Teknologi Bangunan Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).

Selanjutnya akan dicoba penerapan Teknologi Open BTS yang dikembangkan oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).  
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak