alexametrics

Mau Tahu Kampung Kuno Zaman Majapahit? Silakan Pergi ke Trowulan

loading...
Mau Tahu Kampung Kuno Zaman Majapahit? Silakan Pergi ke Trowulan
Kini bermunculan rumah-rumah kuno khas Majapahit yang dibangun Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto di tiga desa, yakni Desa Bejijong, Jatipasar dan Sentonorejo. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A+ A-
MOJOKERTO - Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto memang selalu diidentik dengan Kerajaan Majapahit. Maklum, wilayah ini memang menjadi pusat kerajaan terbesar se- Asia Tenggara.

Situs peninggalan kerajaan juga mudah ditemui. Sejumlah candi, petilasan dan bangunan-bangunan kuno peninggalan kerajaan tersebar di wilayah ini. Situs-situs bersejarah itu menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Trowulan menjadi magnet bagi wisatawan yang menyukai wisata heritage. Trowulan semakin memesona setelah munculnya Kampung Majapahit. Sebuah kampung yang didesain mirip zaman kerajaan.

Sejak tahun 2014 silam, bermunculan rumah-rumah kuno khas Majapahit yang dibangun Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto di tiga desa, yakni Desa Bejijong, Jatipasar dan Sentonorejo.

Ratusan rumah kuno di tiga desa ini menjadi ikon baru wisata sejarah. Bagian depan rumah warga, didirikan rumah kuno berdinding batu bata dengan ornamen khas Majapahit. Rumah kuno ini berderet dan seakan menjadi kampung baru dengan wajah lama.

Memasuki tiga kampung ini, seakan membawa kita pada jaman kerajaan. Tak hanya bisa dilihat saja, wisatawan juga bisa menginap di beberapa rumah warga yang sengaja disewakan. Tarifnya pun bervariasi dan cukup terjangkau. Beberapa warga hanya mematok Rp250.000 per malam dengan fasilitas yang memang terbilang seadanya.

Itu tak luput dari konsep keterbatasan yang sengaja dibuat. Bahkan, tak sedikit warga yang memanfaatkan rumah kuno dengan ukuran rata-rata 4X5 meter itu hanya sebagai ruang tamu. Meski begitu, menginap di rumah kuno Majapahit menjadi sensasi baru bagi wisatawan yang bosan tidur di hotel yang mewah.

Hanya dengan merogoh kocek yang tak terlalu dalam, nuansa kuno sudah bisa dinikmati sekeluarga. ”Banyak warga yang sudah mulai menyewakan rumah Majapahit untuk wisatawan. Tapi memang, tak semua bisa disewa,” ungkap Kartono Adi, warga Desa Bejijong, belum lama ini.

Menginap di rumah di kampung Majapahit, Desa Bejijong misalnya, wisatawan juga mudah mengakses situs-situs peninggalan Majapahit. Di wilayah ini terdapat Candi Brahu dan Candi Gentong. Di lokasi ini juga berdiri makam Siti Inggil yang bernilai sejarah tinggi.

Tak hanya itu, wisatawan juga cukup dekat untuk mengunjungi patung raksasa Budha tidur di Maha Vihara Mojopahit. Sementara di Kampung Majapahit Desa Sentonorejo, wisatawan bakal berdekatan dengan Museum Majapahit, Pendopo Agung, Candi Kedaton, Sumur Upas dan Kolam Segaran.

Begitu juga saat menginap di kampung kuno Desa Jatipasar, wisatawan akan mudah mengakses Candi Wringinlawang dan juga aktivitas perajin patung Majapahit.
(vhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak