Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang Dicopot Buntut 16 Tahanan Kabur

Minggu, 25 Februari 2024 - 12:29 WIB
loading...
Kapolsek dan Wakapolsek...
Kapolsek Tanah Abang Kompol Hans Philip Samosir dan Wakapolsek Tanah Abang, Kompol William Alexander dicopot dari jabatannya buntut 16 tahanan kabur dari tahanan. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Kapolsek Tanah Abang Kompol Hans Philip Samosir dan Wakapolsek Tanah Abang, Kompol William Alexander dicopot dari jabatannya. Pencopotan tersebut diduga kuat buntut dari kaburnya 16 tahanan pada Senin, 19 Februari 2024 dini hari.

Pencopotan tersebut tertuang pada surat telegram mutasi bernomor ST/61/II/KEP./2024 tertanggal 23 Februari 2024 yang ditekan Karo SDM Polda Metro Jaya, Kombes Pol Langgeng Purnomo.

"Kompol Hans Philip Samosir dimutasikan sebagai Kanit 1 Bagwassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kompol William Alexander dimutasikan sebagai Kasubbagrenprogar Bagren Polres Metro Jakarta Pusat," tulis isi surat telegram yang dikutip, Minggu (25/2/2024).

Baca juga: Buntut Belasan Tahanan Kabur, Kapolsek Tanah Abang Terancam Sanksi Disiplin

Sementara itu, sebagai pengganti AKBP Aditya Simanggara Pratama menjadi Kapolsek Tanah Abang dan AKP Acep Atmadja sebagai Wakapolsek Tanah Abang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan kabar mutasi tersebut. Menurutnya mutasi disebabkan kebutuhan organisasi kepolisian. "Kapolsek mutasi ke Polda, Wakapolsek ke Polres Metro Jakarta Pusat. (Alasan dimutasi) kebutuhan organisasi," kata Ade kepada wartawan.

Baca juga: 16 Tahanan Polsek Tanah Abang Kabur setelah 3 Minggu Gergaji Teralis Besi

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut 10 anggota kepolisian diperiksa Propam usai 16 tahanan kabur dari sel Mapolsek Metro Tanah Abang pada Senin, 19 Februari 2024 dini hari.

Menurutnya 10 anggota kepolisian diperiksa buntut dugaan kelalaian atas kaburnya belasan tahanan. "Sudah 10 polisi diperiksa (Propam). Iya (dugaan sementara akibat kelalaian)," kata Susatyo saat dikonfirmasi.

Susatyo menambahkan belasan tahanan yang sudah tertangkap kembali dua orang merupakan tahanan kriminal dan narkotika. "Iya (bercampur tahanan kriminal dan narkotika)," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved