alexametrics

Gempa Bumi Lombok, Belum Berpengaruh Terhadap Aktivitas Rinjani

loading...
Gempa Bumi Lombok, Belum Berpengaruh Terhadap Aktivitas Rinjani
Gempa bumi yang mengguncang Lombok Timur dan Lombok Utara, sejauh ini belum berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas Gunung Rinjani yang merupakan gunung api aktif. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Gempa bumi mengguncang Lombok Timur dan Lombok Utara pada Minggu 29 Juli 2018 sekitar pukul 05.47 WIB. Meski gempa bumi ini terasa di Pos PGA Rinjani pada intensitas MMI VI dan menimbulkan kerusakan bangunan pos, sejauh ini belum berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas Gunung Rinjani yang merupakan gunung api aktif.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, bencana gempa bumi itu terasa lebih kuat mengguncang Lombok Timur dan Lombok Utara karena kawasan ini tersusun oleh batuan alluvium dan endapan gunung api yang bersifat urai, sehingga memperkuat goncangan gempa bumi.

Berdasarkan informasi dari BMKG pusat, gempa bumi utama berada di darat pada koordinat 8,26° LS dan 116,55° BT, dengan magnituda 6,4 SR pada kedalaman 10 kilometer (km), berjarak 28 km barat laut Lombok Timur. Gempa bumi tersebut diikuti oleh 118 gempa susulan dengan kisaran magnituda M5.7–M2.1. Intesitas guncangan gempa bumi diperkirakan mencapai MMI VI–VII.



Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa bumi yang diterbitkan oleh PVMBG-Badan Geologi, Lombok Utara dan Lombok Timur termasuk KRB gempa bumi menengah, dengan potensi terjadi gempa bumi dengan intensitas MMI VII-VII yang berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.

Informasi dari BNPB ada 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka, dan puluhan bangunan rusak. "Tim Tanggap Darurat PVMBG- Badan Geologi segera berangkat ke Lombok Timur dan Lombok Utara," kata Kasbani dalam rilisnya yang diterima SINDOnews, Senin (30/7/2018).

Tim tanggap darurat tersebut, ujar Kasbani, bertugas, pertama melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi, seperti kerusakan bangunan, pergeseran tanah, retakan tanah, jika ada likuifaksi dan longsoran. Kedua, mengidentifikasi karakteristik tanah setempat melalui pengukuran microtremor.

Ketiga, memberikan rekomendasi teknis berkaitan dengan kerusakan geologi. Keempat, menyosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemkab Lombok Timur, dan instansi terkait lainnya.

"Berkaitan dengan bencana gempa bumi, PVMBG merekomendasikan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD NTB. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Gempa bumi susulan biasanya mempunyai magnituda lebih kecil dari gempa bumi utama, namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada," tandas Kasbani.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak