alexametrics

Bantu Korban Gempa, TNI Kirim 80 Personel Kesehatan ke Lombok

loading...
Bantu Korban Gempa, TNI Kirim 80 Personel Kesehatan ke Lombok
Mabes TNI mengirimkan 80 prajurit Batalion Kesehatan Divisi l Kostrad untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). SINDOnews/Sucipto
A+ A-
JAKARTA - Mabes TNI mengirimkan 80 prajurit Batalion Kesehatan Divisi l Kostrad untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka diberangkatkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules dari Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen M. Sabrar Fadhilah mengatakan, secara umum yang diberangkatkan adalah tim dokter kesehatan yang akan membantu korban gempa. Menurut dia, bantuan yang dikirimkan, antara lain obat-obatan, makanan, tenda, dan rumah sakit lapangan.

"Satu hal lagi yang penting adalah alat komunikasi. Begitu gempa kita yakin di sana banyak listrik yang tidak berfungsi dan seterusnya, sehingga perlu ada alat komunikasi dari kami," ujarnya, Minggu (29/7/2018).



Mantan Kadispenad ini menambahkan, para personel kesehatan tersebut akan bertugas hingga satu bulan ke depan. Namun, pihaknya tentu akan melihat perkembangan situasi di lapangan.

"Kalau memang perlu diperpanjang tentu Panglima TNI akan memerintahkan lagi. Kita juga akan meminta bantuan kodam setempat, saat ini mereka sudah bekerja memberikan bantuan," katanya.

Danyonkes Letkol CKM Khairan Irmansyah mengatakan, ada 80 personel kesehatan yang diberangkatkan ke Lombok. "Untuk dokter spesialis yang dibawa ada dokter bedah, dokter anastesi, dan ada dokter ortopedi," katanya.

Dokter spesialis THT dan bedah leher ini menambahkan, selain memberangkatkan personel, pihaknya juga akan membangun rumah sakit lapangan lengkap dengan modul-modul pendukungnya. "Jadi kami perkirakan nanti di sana kita langsung ke sasaran. Untuk penanganan kasus-kasus yang terdapat Lombok sana," tegasnya.
(wib)
preload video
BERITA DAERAH LAINNYA
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak