Tebing Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Longsor, Ini Penampakannya
Rabu, 21 Februari 2024 - 11:10 WIB
loading...
Petugas BPBD Bojonegoro mengecek lokasi longsor tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Dengok, Kecamatan Padangan. Foto/Ist
A
A
A
BOJONEGORO - Curah hujan tinggi sejak sepekan terahir membuat debit air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur meningkat. Dampaknya tebing sungai mengalami longsor tergerus arus air.
Peristiwa longsor tebing Sungai Bengawan Solo tersebut berlangsung di Desa Dengok, Kecamatan Padangan.
Baca juga: Tanggul Sungai Anak Bengawan Solo Jebol, Ratusan Sawah di Bojonegoro Seperti Lautan
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto menjelaskan, panjang tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 18 meter, lebar 6 meter, serta ketinggian sekitar 7 meter.
"Tebing longsor terjadi sejak Sabtu (17/2/2024) sekitar pukul 4 sore," katanya, Rabu (21/2/2024).
Ardhian menambahkan, jika jarak tebing yang longsor dengan rumah terdekat sekitar 3 meter, longsor juga merusak sebagian badan jalan lingkungan yang terbuat dari paving block.
BPBD Bojonegoro mengaku sudah melakukan assessment terkait dampak yang ditimbulkan.
Baca juga: Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Siaga Merah, Warga Diminta Waspada
"Sementara jalan lingkungan yang terdampak longsor tak bisa dilewati," tambahnya.
Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro meneruskan hasil assessment itu ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk menangani longsornya tebing sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
Peristiwa longsor tebing Sungai Bengawan Solo tersebut berlangsung di Desa Dengok, Kecamatan Padangan.
Baca juga: Tanggul Sungai Anak Bengawan Solo Jebol, Ratusan Sawah di Bojonegoro Seperti Lautan
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto menjelaskan, panjang tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 18 meter, lebar 6 meter, serta ketinggian sekitar 7 meter.
"Tebing longsor terjadi sejak Sabtu (17/2/2024) sekitar pukul 4 sore," katanya, Rabu (21/2/2024).
Ardhian menambahkan, jika jarak tebing yang longsor dengan rumah terdekat sekitar 3 meter, longsor juga merusak sebagian badan jalan lingkungan yang terbuat dari paving block.
BPBD Bojonegoro mengaku sudah melakukan assessment terkait dampak yang ditimbulkan.
Baca juga: Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Siaga Merah, Warga Diminta Waspada
"Sementara jalan lingkungan yang terdampak longsor tak bisa dilewati," tambahnya.
Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro meneruskan hasil assessment itu ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk menangani longsornya tebing sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
(shf)
Lihat Juga :