alexametrics

MNC Peduli Gandeng RS Rama Hadi Purwakarta Operasi Penderita Bibir Sumbing

loading...
MNC Peduli Gandeng RS Rama Hadi Purwakarta Operasi Penderita Bibir Sumbing
Tim medis RS Rama Hadi bersama pasien bibir sumbing berfoto bersama sebelum para pasien ini menjalani bedah mulut. Rumah sakit ini bersama MNC Peduli berkomitmen terus menjalankan misi sosial dalam hal penanganan bibir sumbing. Foto/SINDOnews/Asep Supiand
A+ A-
PURWAKARTA - MNC Peduli menggandeng Rumah Sakit Rama Hadi, Purwakarta, Jawa Barat, untuk menekan jumlah penderita bibir sumbing. Sebanyak 10 balita penderita bibir sumbing dari beberapa kabupaten pun segera mendapat tindakan medis berupa operasi besar secara gratis.

Untuk hari pertama, pihak Rumah Sakit Rama Hadi menangani dua balita penderita bibir sumbing. Seorang dokter spesialis bedah mulut dan dokter anestesi disiapkan guna menangani pasien tersebut.

"Hari ini kami menindak dua pasien dulu. Sementara jumlah semua pasien bibir sumbing yang mendaftar ke kami sebanyak 10 orang. Kami akan tangani semua secara bertahap," kata Direktur Rumah Sakit Rama Hadi Novi Christina kepada SINDOnews, Jumat (27/7/2018).

Dia pun cukup mengapresiasi kerja sama dengan MNC Peduli dalam upaya menekan jumlah penderita bibir sumbing. Kegiatan seperti ini pun dapat meringankan beban pasien karena mereka tak dikenakan biaya alias gratis.



"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang anggota keluarganya menderita bibir sumbing untuk datang ke Rumah Sakit Rama Hadi untuk mendapat penindakan dan gratis. Semakin dini mendapat tindakan medis semakin bagus. Karena kalau terlambat mendapat penanganan yang kena adalah psikologisnya," ujarnya.

Novi menjelaskan, bibir sumbing merupakan cacat akibat kelainan deformitas kongenital yang disebabkan kelainan perkembangan wajah selama gestasi. Sumbing dapat terjadi pada bibir, langit-langit mulut (palatum), ataupun pada keduanya. Sumbing pada bibir disebut labioschizis, sedangkan sumbing pada langit-langit mulut disebut palatoschizis. Penanganan sumbing adalah dengan cara operasi.

Sementara itu, salah satu pasien bibir sumbing yang hari ini mendapat tindakan medis adalah seorang balita berusia satu tahun atas nama Al Vikrilah. Dia merupakan anak bungsu dari pasangan suami istri Gahrul Syafei (31) dan Musnah (25), warga Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Purwakarta.

Awalnya dia mengetahui adanya program operasi bibir sumbing dari tayangan MNC TV. Begitu mengetahuinya langsung berkomunikasi dengan kepala desa setempat dan pada akhirnya mendaftar ke Rumah Sakit Rama Hadi, Purwakarta.

"Penanganan kepada anak saya sebenarnya agak terlambat. Seharusnya dioperasi saat dia berusia enam bulan. Tapi waktu itu sering sakit-sakitan dan tidak ada. Alhamdulillah dengan MNC Peduli kami jadi terbantu dan mudah-mudahan anak saya kembali normal setelah dioperasi," kata ibu Al Vikrilah, Musnah.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak